Karya ini menyiasat konsep di mana sebenarnya kita hidup, apa yang kita lihat sebagai rumah kita dan di mana rumah kita yang sebenarnya.
Kita akan mulakan di tempat permulaannya di Taman Eden, di mana kita berjumpa dengan musuh kita buat pertama kalinya; di mana pemahaman kita tentang kejahatan masuk ke dalam fikiran kita.
Rumah kita yang Pertama dan Pengapkiran yang berlaku berikutnya
Kejadian 2:15-17 TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu. 16 Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: “Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, 17 tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati.”
Ini adalah perintah Allah yang pertama dicatatkan kepada manusia. Perintah ini telah diberikan kepada Adam sebelum Hawa wujud, justru itu Adam bertanggung jawab terhadap Allah ke atas dosa dalam kehidupannya, kerana dialah yang diberikan perintah tersebut.
18 TUHAN Allah berfirman: “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.” 19 Lalu TUHAN Allah membentuk dari tanah segala binatang hutan dan segala burung di udara. Dibawa-Nyalah semuanya kepada manusia itu untuk melihat, bagaimana ia menamainya; dan seperti nama yang diberikan manusia itu kepada tiap-tiap makhluk yang hidup, demikianlah nanti nama makhluk itu. 20 Manusia itu memberi nama kepada segala ternak, kepada burung-burung di udara dan kepada segala binatang hutan, tetapi baginya sendiri ia tidak menjumpai penolong yang sepadan dengan dia. 21 Lalu TUHAN Allah membuat manusia itu tidur nyenyak; ketika ia tidur, TUHAN Allah mengambil salah satu rusuk dari padanya, lalu menutup tempat itu dengan daging. 22 Dan dari rusuk yang diambil TUHAN Allah dari manusia itu, dibangun-Nyalah seorang perempuan, lalu dibawa-Nya kepada manusia itu. 23 Lalu berkatalah manusia itu: “Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki-laki.” 24 Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging. 25 Mereka keduanya telanjang, manusia dan isterinya itu, tetapi mereka tidak merasa malu.
Masa singkat pada zaman Adam dan Hawa wujud tanpa dosa di dalam harmoni dengan Allah dan cara-caraNya. Ini adalah jangka masa kehidupan yang singkat.
Kejadian 3:1-19 Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu: “Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?” 2 Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: “Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan, 3 tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati.” 4 Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: “Sekali-kali kamu tidak akan mati, 5 tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat.” 6 Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya. 7 Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat.
Dari waktu ini dan seterusnya, manusia telah menyedari tentang dosa. Dosa telah memasuki ke dalam kehidupannya; bagaimana pun, hukum itu tidak terpisah. Pohon itu adalah pengetahuan tentang baik dan jahat, sedangkan sebelum ini mereka hanya mempunyai pengetahuan tentang baik sahaja.
8 Ketika mereka mendengar bunyi langkah TUHAN Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman. 9 Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: “Di manakah engkau?” 10 Ia menjawab: “Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi.” 11 Firman-Nya: “Siapakah yang memberitahukan kepadamu, bahwa engkau telanjang? Apakah engkau makan dari buah pohon, yang Kularang engkau makan itu?” 12 Manusia itu menjawab: “Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan.” 13 Kemudian berfirmanlah TUHAN Allah kepada perempuan itu: “Apakah yang telah kauperbuat ini?” Jawab perempuan itu: “Ular itu yang memperdayakan aku, maka kumakan.” 14 Lalu berfirmanlah TUHAN Allah kepada ular itu: “Karena engkau berbuat demikian, terkutuklah engkau di antara segala ternak dan di antara segala binatang hutan; dengan perutmulah engkau akan menjalar dan debu tanahlah akan kaumakan seumur hidupmu. 15 Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.”
Di sini kita lihata bagaimana Iblis dibuang ke bumi. Kuasanya terhad dan Jemaat, yang dilambangkan oleh Hawa dibiarkan dianiaya dan diserang oleh Iblis. Perlindungan keatas Jemaat terhad dan sekarang ini berdasarkan kepada tindakan kita yang berpihak kepada Allah dan menentang Iblis. Kita adalah pegaruh yang mengendalikan terhadap Iblis pada waktu ini. Tindakan serta ketekunan kita kepada Allah menentukan keupayan Iblis beroperasi di planet ini. Sekiranya kita berdiam, maka kuasa Iblis akan bertambah. Apabila harus berkuasa di atas bumi ini kerana kita berada dekat dengan Allah, Iblis dilemahkan dan populasi dunia menjadi lebih rasional. Di sini faktor permusuhan dan kebencian beroperasi. Jemaat wujud untuk melawan kejahatan dan ini adalah panggilan kita.
16 Firman-Nya kepada perempuan itu: “Susah payahmu waktu mengandung akan Kubuat sangat banyak; dengan kesakitan engkau akan melahirkan anakmu; namun engkau akan berahi kepada suamimu dan ia akan berkuasa atasmu.”
Di sini kita boleh melihat Jemaat akan bertahan terhadap kesukaran. Kristus adalah hakim ke atas kita di planet ini pada masa sekarang.
17 Lalu firman-Nya kepada manusia itu: “Karena engkau mendengarkan perkataan isterimu dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan dari padanya, maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu: 18 semak duri dan rumput duri yang akan dihasilkannya bagimu, dan tumbuh-tumbuhan di padang akan menjadi makananmu; 19 dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu.”
Sementara Adam dan Hawa tinggal di Taman Eden, mereka berada di rumah yang dikhususkan oleh Allah bagi mereka di bumi ini. Dengan memakan buah apel itu, mereka menolak tempat kediaman yang dibina untuk mereka dan memilih tempat kediaman yang baru. Tempat kediaman itu adalah di bumi ini yang merupakan tempat kediaman Iblis, kerana dialah yang diam di planet ini sebagai tuhan dunia ini (2 Kor 4:4) dan sebagai putera kepada kuasa udara (Ef 2:2).
Jadi dosa yang pertama ini adalah penolakan kepada terhadap Allah. Allah tidak membunuh Adam kerana dosanya. Dia memberikan keinginannya dan itu adalah untuk mengetahui tentang baik dan jahat dan tinggal bersama dengan Iblis. Allah semata-mata mahu kita memilih dan membiarkan kita bertindak ke atas pilihan kita itu. Apa yang Adam tidak sedari ialah aspek negatif pilihannya itu yang bertentangan dengan kehendak Allah.
Sekiranya kita faham di mana Iblis itu diam, kita akan mempunyai pemahaman yang lebih baik tempat yang tidak harus kita diam. Kita harus tidak berkeinginan untuk tinggal di sana, seperti yang dilakukan oleh Adam dan Hawa.
Wahyu 2:12-13 “Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Pergamus: Inilah firman Dia, yang memakai pedang yang tajam dan bermata dua: 13 Aku tahu di mana engkau diam, yaitu di sana, di tempat takhta Iblis; dan engkau berpegang kepada nama-Ku, dan engkau tidak menyangkal imanmu kepada-Ku, juga tidak pada zaman Antipas, saksi-Ku, yang setia kepada-Ku, yang dibunuh di hadapan kamu, di mana Iblis diam.
Di manakah tempat kediaman Iblis ini? Pertama kita melihat kepada maksud perkataan diam dalam teks ini. Nombor yang merujuk kepada perkataan ini ialah 2730 yang diterjemahkan sebagai rumah kediaman yang tetap. Sekarang di manakah tempat ini? Mari kita lihat kota Pergamus atau yang dikenali sebagai Pergamum.
Dalam ulasan yang terdapat di dalam Companion Bible, ia mencatatkan:
Pergamus, kota Mysia yang terkenal dengan penyembahan Esculapius, yang diberikan gelaran soter (juruselamat) dan yang mempunyai lambang ular, yang dikenal pasti dengan Apollo; Kisah 16:16, beberapa orang menjejaki keimamatan kafir orang Babilon berpindah ke Pergamus.
Siapakah orang ini, saya tidak boleh mengatakannya. William Barclay bagaimana pun dalam ulasannya terhadap Wahyu mengongsikan keterangan yang lebih menarik tentang subjek ini. Mari kita meneliti karyanya ini, bermula dari muka surat 88:
Pergamum menganggap bahawa ia adalah sebagai penjaga kepada penyembahan Yunani. Kira-kira 240 b.c. ia menang terhadap pencerobohan Gaul yang ganas. Untuk meningati kemenangan itu, satu mezbah kepada Zeus telah dibina di hadapan kaabah Athene yang berdiri di atas bukit kerucut yang setinggi 800 kaki di Pergamum. Setinggi 40 kaki, ia berdiri di atas batu dan ia kelihatan benar-benar seperti satu takhta yang besar di atas bukit. Sepanjang hari ia diasapkan dengan asap korban kepada Zeus. Di sekeliling dasarnya telah diukir satu daripada pencapaian yang yang paling besar dalam dunia arcahan, yakni satu ukiran dinding yang menunjukkan peperangan Raksasa, yang menunjukkan tuhan-tuhan Yunani yang menang ke atas orang-orang gasar raksasa…
Ini seperti yang kita faham adalah lambang kepada peperangan manusia golongan Nephilim.
(b) Pergamum khususnya dihubungkan dengan penyembahan Asclepios, yang mana Asclepios dikenali sebagai “Allah orang Pergamum”. Apabila Galen menyebut tentang sumpah yang biasa disebut, dia berkata bahawa orang biasanya bersumpah dengan nama Artemis dari Efesus, atau Apollo dari Delphi, atau Asclepios dari PErgamum. Asclepios adalah tuhan penyembuhan dan kaabahnya adalah yang terdekat bagi pesakit-pesakit pada zaman kuno dahulu. Orang-orang dari setiap tempat di dunia pergi ke Pergamum untuk mengubati penyakit mereka. R. H. Charles memanggil Pergamum sebagai “the Lourdes of the Ancient World.” Tugas untuk menyembuh yang mana sebahagian daripada tugas para imam; sebahagian daripada tugas tabib-tabib Galen, dan hanya disokong oleh sejarah perubatan Hipokrit pada zaman dunia kuno, telah wujud di Pergamum; dan sebahagian daripada tugas Asclepios sendiri.
Barclay terus menjelaskan bahawa gelaran Asclepios adalah sebagai juruselamat dan lambangnya adalah ular. Ini adalah penting tetapi hanya menyentuh maksud yang sebenarnya.
…Pergamum adalah pusat pentadbiran di Asia. Ini bererti bahawa ia adalah pusat penyembahan Kaisar bagi daerah ini. Tidak ragu lagi mengapa Pergamum adalah tempat kediaman Iblis; ia adalah tempat di mana manusia harus mati kesakitan untuk mengambil nama Tuhan dan memberikannya kepada Kaisar dan bukannya kepada Kristus, dan bagi orang Kristian di sana, tidak ada lagi yang lebih jahil dari ini.
Dan di sini adalah penjelasan kepada permulaan surat kepada Pergamum. Kristus yang bangkit disebut sebagai dia yang mempunyai pedang tajam yang bermata dua. Pemerintah Roma telah dibahagi kepada dua kelas – mereka yang mempunyai Ius Gladii, mata kanan pedang, [Ius bererti keadilan dan Gladii bererti pedang atau senjata, yakni pedang keadilan yang kita faham sebagai Kristus] dan mereka tidak mempunyainya. Mereka yang mempunyai mata kanan pedang itu mempunyai kuasa kehidupan dan kematian; dan dengan pedang mereka, seseorang itu boleh dibunuh pada waktu itu juga. Bercakap secara kemanusiaan, pro-konsul yang mempunyai pusat di Pergamum, mempunyai Ius Gladii, mata kanan pedang, dan bila-bila masa sahaja boleh digunakan terhadap orang Kristian; tetapi surat ini menawar orang Kristian untuk tidak lupa bahawa pedang akhir masih ada bersama dengan Kristus yang bangkit, yang mempunyai pedang tajam yang bermata dua. Kuasa Roma mungkin kuat; namun kuasa Tuhan yang telah bangkit jauh lebih kuat.
Di sini kita boleh melihat bahawa Pergamum adalah pusat kuasa binatang dan ia terletak di Asia. Iblis di atas takhtanya memngambil peranan yang dimainkan oleh Kristus. Dari sini kita boleh memahami Kejadian 3:24 dengan lebih jelas lagi.
Kejadian 3:24 Ia menghalau manusia itu dan di sebelah timur taman Eden ditempatkan-Nyala beberapa kerub dengan pedang yang bernyala-nyala dan menyambar-nyambar, untuk menjaga jalan ke pohon kehidupan.
Kristus lah yang mengawal Taman Eden dan hanya melalui Kristus kita boleh memasukinya. Kristus adalah penyembuh dan merupakan alat kepada kebenaran yang sempurna iaitu keadilan dan Kristus lah yang mempunyai mata kanan pedang. Dia menghakimi kita dan membebaskan kita dengan sempurna kepada Bapa, satu kedudukan yang diciplak oleh Iblis demi untuk membuat orang memandangnya seperti mereka memandang Kristus. Yakni Kristus sebagai juruselamat kita.
Bagaimana pun, perkhabaran ini bukan akhir kepada teka-teki di dalam Wahyu 2:12.
Antipas boleh mempunyai dua maksud. Dari Strong ia bererti “oleh kerana (atau dia bagi) bapa” adalah kata jadi dari 473 dan 3962. Jadi Antipas yang syahid atau saksi adalah bererti secara literal dia yang mati bagi bapa. Pas juga bererti semua atau semuanya, maka dengan ini ia adalah oleh kerana semuanya. Bagaimana pun, istilah yang lebih umum telah ditolak oleh Strong. Sekiranya kita lihat kembali di dalam karya tulis Peranan Hukum yang Keempat di dalam Sejarah Jemaat-jemaat Allah yang Memelihara Sabat (No. 170), kita lihat bahawa ia adalah dari zaman Pergamum yang mana orang Kristian telah dipaksa masuk ke dalam persekutuan dengan Islam, berlawan demi kelangsungan hidup terhadap penganiayaan golongan Trinitarian. Yakni, berperang bagi Allah Bapa, satu peperangan yang sama dengan peperangan kita sekarang (dipetik juga Distribusi Umum Jemaat-jemaat yang Memelihara Sabat (No. 122). Jadi ianya betul untuk menyatakan bahawa rujukan terhadap Antipas ini adalah berunsur nubuatan dan juga merupakan satu perkhabaran kepada kita di tempat di mana Kristus berdiri. Kita tahu bahawa di mana kita berdiri adalah. Bagi Kristus, ini adalah di sebelah kanan Bapanya. Kita harus mengambil mesej ini sebagai perkhabaran di mana sekiranya kita bersaksi seperti Antipas, kita akan disenangi di mata Allah.
Sekarang kita telah lihat di mana Iblis diam. Mari kita meneliti sekarang di mana saudara serta tuan kita diam.
Yohanes 1:2-17 Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. 3 Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. 4 Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia. 5 Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya. 6 Datanglah seorang yang diutus Allah, namanya Yohanes; 7 ia datang sebagai saksi untuk memberi kesaksian tentang terang itu, supaya oleh dia semua orang menjadi percaya. 8 Ia bukan terang itu, tetapi ia harus memberi kesaksian tentang terang itu. 9 Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia. 10 Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya. 11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. 12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya; 13 orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah. 14 Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.
Seperti yang kita lihat dari awalnya, perkataan diam, apabila diaplikasikan kepada Iblis, ia bererti tempat tinggal yang tetap. Bagaimana pun, maksud ini mempunyai tujuan yang berlainan. Terjemahan ini dalam perkataan skeno sebagai diam di sini hanya satu contoh di dalam Perjanjian Baru. Rujukan nombar Strong ialah 4637 dan berbunyi;
berkhemah, untuk menduduki (sebagai rumah besar) atau (spekulasi) untuk tinggal (seperti yang dilakukan oleh Allah di dalam Bait lama, satu lambang perlindungan dan kerukunan).
Terjemahan yang tepat untuk teks ini berbunyi;
Dan perkataan itu menjadi daging, dan beribadat di kalangan kita…dll
Kristus datang kepada kita sebagai terang di dalam kegelapan; untuk menunjukkan kepada kita apa yang harus kita lakukan untuk mengesahkan Hukum seperti yang diberikan. Kristus adalah pelawat yang sementara di dalam dunia ini. Tempat tinggal dia atau tempat kediamannya yang tetap boleh dilihat di dalam Wahyu 3:21 di mana ia berbunyi.
Wahyu 3:21 Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama-sama dengan Aku di atas takhta-Ku, sebagaimana Akupun telah menang dan duduk bersama-sama dengan Bapa-Ku di atas takhta-Nya.
Kristus tinggal bersama dengan Bapa. Kita harus mempunyai kemahuan untuk tinggal bersama dengan Allah, seperti Iblis. Bahagian ini dilambangkan oleh sistem dunia. Bagaimana pun, kebebasan untuk memilih membuat kita memilih. Keputusan kita dibuat dengan cara pemahaman serta pemeliharaan kita terhadap Hukum; yakni cara yang ditunjukkan kepada kita bagaimana untuk menyembah dan siapa yang disembah.
Yang berikut ini adalah cerita dasar Perjanjian Baru tentang Keluaran dan menunjukkan beberapa fakta penting. Mari kita baca.
Lukas 4:1-13 Yesus, yang penuh dengan Roh Kudus, kembali dari sungai Yordan, lalu dibawa oleh Roh Kudus ke padang gurun.
Begitu juga dengan orang Israel yang dipimpin oleh Musa di bawah Kristus, sebagai Malaikat Elohim.
2 Di situ Ia tinggal empat puluh hari lamanya dan dicobai Iblis.
Jangka masa empat puluh hari mempertalikan kepada empat puluh tahun di padang belantara dan kepada empat puluh tahun yobel di dalam jemaat Perjanjian Baru.
Selama di situ Ia tidak makan apa-apa dan sesudah waktu itu Ia lapar.
Allah memilih untuk tidak mendedahkan diriNya kepada kita di dalam bentuk fizikal, tetapi hanya melalui kuasa Roh Kudus yang memenuhi Kristus ketika dia memasuki dan semasa dia berada di padang belantara.
3 Lalu berkatalah Iblis kepada-Nya: “Jika Engkau Anak Allah, suruhlah batu ini menjadi roti.” 4 Jawab Yesus kepadanya: “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi setiap perkataan Allah”
Di sini Kristus memberitahu kita bahawa perwakilan fizikal Allah di bumi bukan dari dan bukan untuk jemaat golongan Jahil, tetapi bermula dan melalui Alkitab. Justru itu, Hukum itu adalah roi kita dan iman adalah air kita.
5 Kemudian ia membawa Yesus ke suatu tempat yang tinggi dan dalam sekejap mata ia memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia. 6 Kata Iblis kepada-Nya: “Segala kuasa itu serta kemuliaannya akan kuberikan kepada-Mu, sebab semuanya itu telah diserahkan kepadaku dan aku memberikannya kepada siapa saja yang kukehendaki. 7 Jadi jikalau Engkau menyembah aku, seluruhnya itu akan menjadi milik-Mu.” 8 Tetapi Yesus berkata kepadanya: “Ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!”
Di sini Iblis menjelaskan di mana tempat kediamannya, yang berada di bumi. Dia menawarkan kepada Kristus apa yang diberikan oleh Allah kepadanya sebagai sebahagian daripada tanggung jawab sorgawi dan cuba untuk menyogok Kristus dengan menggunakan kaedah korupsinya sendiri. Kristus, dengan ulasannya membuat pilihan tempat kediamannya. Ini adalah jelas kerana tumpuannya diberikan kepada Allah Bapa dan kehendakNya. Begitu juga dengan kehendak Nuh dan kehendak Musa dan Abraham, menyebut beberapa orang yang juga takluk dengan Allah.
9 Kemudian ia membawa Yesus ke Yerusalem dan menempatkan Dia di bubungan Bait Allah, lalu berkata kepada-Nya: “Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu dari sini ke bawah, 10 sebab ada tertulis: Mengenai Engkau, Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya untuk melindungi Engkau, 11 dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu.” 12 Yesus menjawabnya, kata-Nya: “Ada firman: Jangan engkau mencobai Tuhan, Allahmu!” 13 Sesudah Iblis mengakhiri semua pencobaan itu, ia mundur dari pada-Nya dan menunggu waktu yang baik.
Di sini Iblis melengkapkan percubaan. Kristus, dengan menunjukkan kepada kita teladan ini, memberitahu kita bagaimana Iblis menyerang kita.
1) Dia menawarkan kepada kita perkara yang benar-benar kita inginkan pada ketika kita berada di tahap kerohanian yang paling rapuh.
2) Dia menawarkan kita kuasa dan kedudukan apabila martabat diri kita berada di tahap paling rendah.
3) Dia menguji kita dengan perkara yang kita pegang sebagai aset yang paling berharga, dan menipu kita dengan menyuruh kita melepaskannya dan membuat kita lemah. Justru itu, dia cuba untuk memusnahkan semua yang berhubungan dengan Allah.
Analogi masa Kristus di padang belantara adalah sama dengan masa umat Israel di padang belantara bersama dengan Musa. Maksud ini adalah bahawa kita berada di dalam padang belantara, berkeliaran kerana kita tidak mempunyai tempat kediaman. Umat Israel berada di tempat asing selama bertahun-tahun, sebelum mereka dibebaskan kembali ke dalam padang belantara. Kristus juga adalah pelawat di dunia ini yang telah dicubai di padang belantara.
Iblis cuba untuk membawa Kristus kepada tahap di mana dia boleh mengorbankan tempatnya di rumahnya dan datang untuk tinggal di rumah Iblis. Iblis melakukan perkara yang sama terhadap semua kita. Tugas kita adalah untuk berwaspada dengan keputusan kita dan di mana keputusan-keputusan ini membawa kita; di rumah Allah, atau di rumah Iblis. Tempat kediaman Iblis adalah bersifat keduniawian dan tersingkir dari Allah. Tempat kediaman Allah adalah bersifat rohani dan berkekalan atau bersifat sorgawi. Persoalannya ialah: ‘Adakah kita berkeliaran di dunia ini atau adakah kita benar-benar melihat diri kita tinggal di sini secara tetap?’ Sekarang persoalan ini akan dikembangkan.
Kejadian 1816-19-30 Lalu berangkatlah orang-orang itu dari situ dan memandang ke arah Sodom; dan Abraham berjalan bersama-sama dengan mereka untuk mengantarkan mereka. 17 Berpikirlah TUHAN: “Apakah Aku akan menyembunyikan kepada Abraham apa yang hendak Kulakukan ini? 18 Bukankah sesungguhnya Abraham akan menjadi bangsa yang besar serta berkuasa, dan oleh dia segala bangsa di atas bumi akan mendapat berkat? 19 Sebab Aku telah memilih dia, supaya diperintahkannya kepada anak-anaknya dan kepada keturunannya supaya tetap hidup menurut jalan yang ditunjukkan TUHAN, dengan melakukan kebenaran dan keadilan, dan supaya TUHAN memenuhi kepada Abraham apa yang dijanjikan-Nya kepadanya.” 20 Sesudah itu berfirmanlah TUHAN: “Sesungguhnya banyak keluh kesah orang tentang Sodom dan Gomora dan sesungguhnya sangat berat dosanya.
Pada zaman Abraham, kisah air bah masih menjadi ingatan yang baru. Bagaimana pun, Allah akan membiarkan manusia untuk memusnahkan diri mereka sendiri dan memusnahkan bumi sekali lagi untuk menunjukkan apa kesudahan dosa dan akhirnya membersihkan bumi ini. Hari ini dunia ini berada dalam kekacauan yang besar dari segi rohani daripada Sodom dahulu. Kita tidak boleh terus menghina Allah, akalu tidak Dia akan memusnahkan kita dan orang-orang harus diberi amaran.
21 Baiklah Aku turun untuk melihat, apakah benar-benar mereka telah berkelakuan seperti keluh kesah orang yang telah sampai kepada-Ku atau tidak; Aku hendak mengetahuinya.” 22 Lalu berpalinglah orang-orang itu dari situ dan berjalan ke Sodom, tetapi Abraham masih tetap berdiri di hadapan TUHAN. 23 Abraham datang mendekat dan berkata: “Apakah Engkau akan melenyapkan orang benar bersama-sama dengan orang fasik? 24 Bagaimana sekiranya ada lima puluh orang benar dalam kota itu? Apakah Engkau akan melenyapkan tempat itu dan tidakkah Engkau mengampuninya karena kelima puluh orang benar yang ada di dalamnya itu? 25 Jauhlah kiranya dari pada-Mu untuk berbuat demikian, membunuh orang benar bersama-sama dengan orang fasik, sehingga orang benar itu seolah-olah sama dengan orang fasik! Jauhlah kiranya yang demikian dari pada-Mu! Masakan Hakim segenap bumi tidak menghukum dengan adil?” 26 TUHAN berfirman: “Jika Kudapati lima puluh orang benar dalam kota Sodom, Aku akan mengampuni seluruh tempat itu karena mereka.” 27 Abraham menyahut: “Sesungguhnya aku telah memberanikan diri berkata kepada Tuhan, walaupun aku debu dan abu. 28 Sekiranya kurang lima orang dari kelima puluh orang benar itu, apakah Engkau akan memusnahkan seluruh kota itu karena yang lima itu?” Firman-Nya: “Aku tidak memusnahkannya, jika Kudapati empat puluh lima di sana.” 29 Lagi Abraham melanjutkan perkataannya kepada-Nya: “Sekiranya empat puluh didapati di sana?” Firman-Nya: “Aku tidak akan berbuat demikian karena yang empat puluh itu.” 30 Katanya: “Janganlah kiranya Tuhan murka, kalau aku berkata sekali lagi. Sekiranya tiga puluh didapati di sana?” Firman-Nya: “Aku tidak akan berbuat demikian, jika Kudapati tiga puluh di sana.” 31 Katanya: “Sesungguhnya aku telah memberanikan diri berkata kepada Tuhan. Sekiranya dua puluh didapati di sana?” Firman-Nya: “Aku tidak akan memusnahkannya karena yang dua puluh itu.” 32 Katanya: “Janganlah kiranya Tuhan murka, kalau aku berkata lagi sekali ini saja. Sekiranya sepuluh didapati di sana?” Firman-Nya: “Aku tidak akan memusnahkannya karena yang sepuluh itu.” 33 Lalu pergilah TUHAN, setelah Ia selesai berfirman kepada Abraham; dan kembalilah Abraham ke tempat tinggalnya.
Abraham adalah orang yang benar dan oleh kerana ini dia boleh datang kepada Allah dan merayu untuk umatnya dengan cara yang berani. Ini adalah tugas kita. Kita juga harus datang kepada Allah bagi pihak umat kita dan meminta belas kasihan. Dosa yang ada di sini bukan hanya berkenaan dengan kelucaan yang tidak bermoral dan penentangan seperti yang dianggap dalam cerita ini, tetapi ia juga berkenaan dengan kemunafikan. Bagi fikiran Abraham masih ada orang yang baik di Sodom, masih ramai lagi yang menganggap dirinya benar. Mungkin mereka setia untuk memelihara amanat Hukum secara luaran sahaja tetapi menolaknya secara dalaman. Dalam pendapat saya Abraham sendiri tidak mahu melihat kota itu dimusnahkan. Dia merasa kota itu mempunyai pertalian dengannya. Tetapi apabila Allah berkata keluar, dia sebagai orang yang beriman, menurut seperti yang diperintahkan Tuhan. Iman dan penurutan adalah saling berhubungan.
1Kedua malaikat itu tiba di Sodom pada waktu petang. Lot sedang duduk di pintu gerbang Sodom dan ketika melihat mereka, bangunlah ia menyongsong mereka, lalu sujud dengan mukanya sampai ke tanah, 2 serta berkata: “Tuan-tuan, silakanlah singgah ke rumah hambamu ini, bermalamlah di sini dan basuhlah kakimu, maka besok pagi tuan-tuan boleh melanjutkan perjalanannya.” Jawab mereka: “Tidak, kami akan bermalam di tanah lapang.” 3 Tetapi karena ia sangat mendesak mereka, singgahlah mereka dan masuk ke dalam rumahnya, kemudian ia menyediakan hidangan bagi mereka, ia membakar roti yang tidak beragi, lalu mereka makan. 4 Tetapi sebelum mereka tidur, orang-orang lelaki dari kota Sodom itu, dari yang muda sampai yang tua, bahkan seluruh kota, tidak ada yang terkecuali, datang mengepung rumah itu. 5 Mereka berseru kepada Lot: “Di manakah orang-orang yang datang kepadamu malam ini? Bawalah mereka keluar kepada kami, supaya kami pakai mereka.” 6 Lalu keluarlah Lot menemui mereka, ke depan pintu, tetapi pintu ditutupnya di belakangnya, 7 dan ia berkata: “Saudara-saudaraku, janganlah kiranya berbuat jahat. 8 Kamu tahu, aku mempunyai dua orang anak perempuan yang belum pernah dijamah laki-laki, baiklah mereka kubawa ke luar kepadamu; perbuatlah kepada mereka seperti yang kamu pandang baik; hanya jangan kamu apa-apakan orang-orang ini, sebab mereka memang datang untuk berlindung di dalam rumahku.” 9 Tetapi mereka berkata: “Enyahlah!” Lagi kata mereka: “Orang ini datang ke sini sebagai orang asing dan dia mau menjadi hakim atas kita! Sekarang kami akan menganiaya engkau lebih dari pada kedua orang itu!” Lalu mereka mendesak orang itu, yaitu Lot, dengan keras, dan mereka mendekat untuk mendobrak pintu. 10 Tetapi kedua orang itu mengulurkan tangannya, menarik Lot masuk ke dalam rumah, lalu menutup pintu. 11 Dan mereka membutakan mata orang-orang yang di depan pintu rumah itu, dari yang kecil sampai yang besar, sehingga percumalah orang-orang itu mencari-cari pintu. 12 Lalu kedua orang itu berkata kepada Lot: “Siapakah kaummu yang ada di sini lagi? Menantu atau anakmu laki-laki, anakmu perempuan, atau siapa saja kaummu di kota ini, bawalah mereka keluar dari tempat ini, 13 sebab kami akan memusnahkan tempat ini, karena banyak keluh kesah orang tentang kota ini di hadapan TUHAN; sebab itulah TUHAN mengutus kami untuk memusnahkannya.” 14 Keluarlah Lot, lalu berbicara dengan kedua bakal menantunya, yang akan kawin dengan kedua anaknya perempuan, katanya: “Bangunlah, keluarlah dari tempat ini, sebab TUHAN akan memusnahkan kota ini.” Tetapi ia dipandang oleh kedua bakal menantunya itu sebagai orang yang berolok-olok saja. 15 Ketika fajar telah menyingsing, kedua malaikat itu mendesak Lot, supaya bersegera, katanya: “Bangunlah, bawalah isterimu dan kedua anakmu yang ada di sini, supaya engkau jangan mati lenyap karena kedurjanaan kota ini.” 16 Ketika ia berlambat-lambat, maka tangannya, tangan isteri dan tangan kedua anaknya dipegang oleh kedua orang itu, sebab TUHAN hendak mengasihani dia; lalu kedua orang itu menuntunnya ke luar kota dan melepaskannya di sana. 17 Sesudah kedua orang itu menuntun mereka sampai ke luar, berkatalah seorang: “Larilah, selamatkanlah nyawamu; janganlah menoleh ke belakang, dan janganlah berhenti di manapun juga di Lembah Yordan, larilah ke pegunungan, supaya engkau jangan mati lenyap.” 18 Kata Lot kepada mereka: “Janganlah kiranya demikian, tuanku. 19 Sungguhlah hambamu ini telah dikaruniai belas kasihan di hadapanmu, dan tuanku telah berbuat kemurahan besar kepadaku dengan memelihara hidupku, tetapi jika aku harus lari ke pegunungan, pastilah aku akan tersusul oleh bencana itu, sehingga matilah aku. 20 Sungguhlah kota yang di sana itu cukup dekat kiranya untuk lari ke sana; kota itu kecil; izinkanlah kiranya aku lari ke sana. Bukankah kota itu kecil? Jika demikian, nyawaku akan terpelihara.” 21 Sahut malaikat itu kepadanya: “Baiklah, dalam hal inipun permintaanmu akan kuterima dengan baik; yakni kota yang telah kau sebut itu tidak akan kutunggangbalikkan. 22 Cepatlah, larilah ke sana, sebab aku tidak dapat berbuat apa-apa, sebelum engkau sampai ke sana.” Itulah sebabnya nama kota itu disebut Zoar. 23 Matahari telah terbit menyinari bumi, ketika Lot tiba di Zoar. 24 Kemudian TUHAN menurunkan hujan belerang dan api atas Sodom dan Gomora, berasal dari TUHAN, dari langit; 25 dan ditunggangbalikkan-Nyalah kota-kota itu dan Lembah Yordan dan semua penduduk kota-kota serta tumbuh-tumbuhan di tanah. 26 Tetapi isteri Lot, yang berjalan mengikutnya, menoleh ke belakang, lalu menjadi tiang garam.
Kita semua faham melalui tindakan isteri Lot melihat ke belakang bahawa dia tidak mahu meninggalkan kota itu. Pada tahap ini dia melihat bahawa Sodom adalah tempat kediamannya dan bukannya bersama dengan Allah. Dia kekurangan iman. Kita melakukan perkara yang sama dalam dasar yang tetap di dalam kehidupan kita.
Justru itu, sekarang kita melihat konsep dua tempat kediaman.
Satu adalah berada di bumi dan sekiranya itu adalah keinginan kamu, maka kamu akan hidup di bumi ini sehingga kebangkitan yang kedua. Sekiranya kamu beribadat di dunia ini, maka kamu akan mengetahui bahawa ini bukan tempat kediaman kamu dan tempat kediaman kamu adalah di dalam rumah yang disediakan oleh Kristus untuk kamu.
Ramai orang yang memilih untuk tidak hadir pada waktu Perayaan dan Paskah. Konsep untuk meninggalkan gerbang kota adalah sama dengan melarikan diri dari kota Sodom. Keputusan kamu untuk tinggal di rumah menunjukkan bahawa kamu melihat rumah kamu berada dikalangan kota-kota di dunia. Dengan pergi ke tempat di mana Allah meletakkan tanganNya sebagai satu tempat pertemuan perayaan, ia menunjukkan bahawa kamu melihat tempat kediaman kamu sebagai taman yang telah dibina Allah untuk kamu.
Yang berikut ini adalah petikan dari Quran. Dari Surah, Bab 66 ayat 10:
Allah mengambil contoh untuk mereka yang tidak percaya; isteri Nuh dan isteri Lot, yang berada dalam naungan dua orang hamba yang benar namun telah mengkhianati mereka supaya mereka (suami-suami mereka) mensia-siakan mereka di hadapan Allah dan ia dikatakan (kepada mereka): Masuk ke dalam api bersama dengan mereka yang masuk.
Iman Muslim sangat kesat terhadap isteri Lot. Bagaimana pun, fakta ini betul. Isteri Lot mengkhianati suaminya dan Allah dan dia ingin berpegang pada cara-cara yang lalu, tanpa mempercayai Allah.
Fakta lain yang mereka buat ialah persatuan isteri-isteri ini dengan pasangan mereka telah mensia-siakan mereka. Setiap kita adalah takluk dan dihakimi oleh keupayaan kita sendiri dalam penurutan untuk masuk ke dalam Kerajaan. Persatuan kita dengan orang-orang yang tertentu atau kumpulan, bagaimana benar pun mereka, tidak meringankan tanggung jawab kita. Kerana terlalu lama orang telah mendengar para pendeta mereka apa yang dibenarkan dan tidak dibenarkan. Hukum itu adalah satu kuasa yang yang berfungsi sendiri yang beroperasi di dalam diri kita yang dipimpin oleh tahap komunikasi dengan Allah untuk Roh Kudus dalam persekutuan dengan Anak.
Masanya sudah datang di mana kta sebagai individu melihat kepada hukum dan ingin memeliharanya secara peribadi. Sekiranya kamu tekun berada di dalam Jemaat, itu tidak bererti kamu memelihara hukum, maka itu kamu membuat dunia ini sebagai tempat kediaman kamu dan meninggalkan rumah kamu dengan Allah dan keinginan kamu ini akan ditunaikan. Kamu akan tinggal di dunia ini sehingga kemusnahan kamu atau kemusnahan yang terakhir.
Sekiranya kamu enggan untuk menghadiri Sabat bersama dengan umat Allah yang memelihara Hukum, maka kamu mengatakan bahawa ibadat kamu bukan bersama dengan Allah tetapi bersama dengan Iblis. Sekiranya kamu ingin mengongsikan makanan kamu dengan Iblis maka keinginan kamu ini akan tertunai. Waspadalah apa yang kamu inginkan kerana kamu akan mendapatnya.
Orang sama seperti fikiran, sebagai sebahagian daripada tubuh Kristus, telah diperintahkan untuk bergabung bersama (Ibr 10:25).
Tindakan kamu berbicara untuk kamu, bukannya perkataan kamu. Perkataan adalah kosong. Di mana kamu berdiri bergantung kepada tempat di mana kamu duduk. Pastikan tempat itu adalah di tempat kediaman Allah dan bukannya di tempat kediaman Iblis.