Christian Churches of God
[212C]

Keturunan Abraham Bahagian III: Ismael [ 212C]

(Edisi 1.1 20070203-20070203-20070417)
Abram dan Lot ialah satu suku, namun setakat ini Abram tidak mempunyai anaknya sendiri. Mereka memutuskan untuk tidak lagi menunggu Sarai melahirkan anak jadi Hagar, hamba perempuannya, diserahkan kepada Abraham dan dia memperolehi Ismael melalui Hagar.
Christian Churches of God
PO Box 369, WODEN ACT 2606, AUSTRALIA

(Hakcipta © 2007 Wade Cox)

This paper may be freely copied and distributed provided it is copied in total with no alterations or deletions. The publisher’s name and address and the copyright notice must be included.  No charge may be levied on recipients of distributed copies. Brief quotations may be embodied in critical articles and reviews without breaching copyright.

This paper is available from the World Wide Web page:
http://www.logon.org and http://www.ccg.org

Keturunan Abraham Bahagian III: Ismael [ 212C]

Latar Belakang

Ismael merupakan anak sulung Abraham; ibunya ialah Hagar, orang Mesir yang menjadi hamba Sarai (yang kemudiannya dinamakan Sara).

Oleh sebab Sarai tidak mampu mendapat anak dan pada waktu itu sudah melepasi waktu suburnya, dia menyerahkan Hagar kepada Abraham dengan tujuan memberinya seorang anak. Sarai telah diberikan Hagar ketika berada di Mesir dan orang Arab mengatakan bahawa Firaun memberi Hagar kepada Sarai dari kalangan kerabat Raja sebagai ganti rugi untuk dosanya.

Versi King James pada Kejadian 16:3 menyatakan bahawa Hagar diberikan kepada Abraham oleh Sarai untuk menjadi isterinya.

Kejadian 16:1-10 Adapun Sarai, isteri Abram itu, tidak beranak. Ia mempunyai seorang hamba perempuan, orang Mesir, Hagar namanya. 2 Berkatalah Sarai kepada Abram: “Engkau tahu, TUHAN tidak memberi aku melahirkan anak. Karena itu baiklah hampiri hambaku itu; mungkin oleh dialah aku dapat memperoleh seorang anak.” Dan Abram mendengarkan perkataan Sarai. 3 Jadi Sarai, isteri Abram itu, mengambil Hagar, hambanya, orang Mesir itu, –yakni ketika Abram telah sepuluh tahun tinggal di tanah Kanaan–,lalu memberikannya kepada Abram, suaminya, untuk menjadi isterinya. 4 Abram menghampiri Hagar, lalu mengandunglah perempuan itu. Ketika Hagar tahu, bahwa ia mengandung, maka ia memandang rendah akan nyonyanya itu. 5 Lalu berkatalah Sarai kepada Abram: “Penghinaan yang kuderita ini adalah tanggung jawabmu; akulah yang memberikan hambaku ke pangkuanmu, tetapi baru saja ia tahu, bahwa ia mengandung, ia memandang rendah akan aku; TUHAN kiranya yang menjadi Hakim antara aku dan engkau.” 6 Kata Abram kepada Sarai: “Hambamu itu di bawah kekuasaanmu; perbuatlah kepadanya apa yang kaupandang baik.” Lalu Sarai menindas Hagar, sehingga ia lari meninggalkannya. 7 Lalu Malaikat TUHAN menjumpainya dekat suatu mata air di padang gurun, yakni dekat mata air di jalan ke Syur. 8 Katanya: “Hagar, hamba Sarai, dari manakah datangmu dan ke manakah pergimu?” Jawabnya: “Aku lari meninggalkan Sarai, nyonyaku.” 9 Lalu kata Malaikat TUHAN itu kepadanya: “Kembalilah kepada nyonyamu, biarkanlah engkau ditindas di bawah kekuasaannya.” 10 Lagi kata Malaikat TUHAN itu kepadanya: “Aku akan membuat sangat banyak keturunanmu, sehingga tidak dapat dihitung karena banyaknya.” (RSV)

Sarai tidak menunggu untuk janji Tuhan tetapi cuba mendapatkan terlebih dulu kelahiran seorang waris lelaki melalui hambanya Hagar, iaitu suatu kebiasaan pada zaman itu. Bagaimanapun, Sarai dipandang hina oleh Hagar selepas dia mengandung dan melahirkan seorang anak.

Penting untuk memperhatikan di sini bahawa Tuhan, melalui Malaikat Tuhan, membuat perjanjian pada waktu ini untuk melipatgandakan keturunan Hagar. Bagaimanapun, Ismael, walaupun anak sulung, tidak diberikan janji yang sama seperti yang diberikan kepada Ishak kemudian. Ini bukan satu-satunya peristiwa yang mana berkat lebih besar diberikan kepada anak lebih muda.

Kejadian 16:11-16  Selanjutnya kata Malaikat TUHAN itu kepadanya: “Engkau mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan akan menamainya Ismael, sebab TUHAN telah mendengar tentang penindasan atasmu itu. 12 Seorang laki-laki yang lakunya seperti keledai liar, demikianlah nanti anak itu; tangannya akan melawan tiap-tiap orang dan tangan tiap-tiap orang akan melawan dia, dan di tempat kediamannya ia akan menentang semua saudaranya.”

Yishma’el (SHD 3458) bererti Tuhan akan mendengar. Tuhan memberkati anak itu dan dia menetap di padang gurun Paran dan menjadi seorang pemanah. Hagar mengambil seorang isteri dari Mesir untuk dia (Kejadian 21:20). Dia dinubuatkan akan menjadi seorang lelaki liar (atau laki-laki yang lakunya seperti keledai liar) dan tangannya akan melawan tiap-tiap orang. Laki-laki yang lakunya seperti keledai liar ini merujuk kepada hakikat tinggalnya dia dalam padang gurun jiwa bebas yang amat sangat melawan saudara-saudaranya. Ini lebih ternyata hari ini dan dia tidak akan benar-benar bebas sehingga Mesias datang (lihat juga Yesaya 21:13; Yeremia 3:2; Ezra 8:31; Mazmur 10:8-9).

13 Kemudian Hagar menamakan TUHAN yang telah berfirman kepadanya itu dengan sebutan: “Engkaulah El-Roi.” Sebab katanya: “Bukankah di sini kulihat Dia yang telah melihat aku?” 14 Sebab itu sumur tadi disebutkan orang: sumur Lahai-Roi; letaknya antara Kadesh dan Bered. 15 Lalu Hagar melahirkan seorang anak laki-laki bagi Abram dan Abram menamai anak yang dilahirkan Hagar itu Ismael. 16 Abram berumur delapan puluh enam tahun, ketika Hagar melahirkan Ismael baginya.

Penjelasan tradisional peristiwa ini berdasarkan teks Galatia 3:19 adalah dia lahir kerana kelemahan iman Sara dan dengan itulah Hukum (Taurat) telah mewakili pelanggaran, dan keimamatan Lewi juga menjadi pelopor kepada Mesias dan Jemaat (contohnya lihat nota Bullinger kepada ayat 15 dalam The Companion Bible).

Janji Tuhan kepada Abraham

Ketika Abraham berumur sembilan puluh sembilan tahun, Malaikat Tuhan muncul di depannya. Perhatikan pada waktu ini dia masih dipanggil Abram, dan pada waktu inilah dia diberikan janji yang akan menjadikannya bapa kepada banyak bangsa dan namanya diganti kepada Abraham. Janji ini bukan hanya untuk menunjuk kepada warisan genetik tetapi juga kepada fakta bahawa melalui anaknya Ishak dia akan menjadi leluhur Mesias dan keselamatan akan diberikan kepada bangsa-bangsa. Nama Abram (SHD 87) bererti bapa besar dan menunjuk kepada fakta bagaimana Tuhan memperluaskan diriNya untuk menjadi Bapa banyak bangsa (atau orang banyak (SHD 85)) sebagai Ha Elohim, raja kepada Elohim. Dalam perbuatan dan janji inilah Tuhan menyatakan RencanaNya kepada dunia.

Kejadian 17:1-16 Ketika Abram berumur sembilan puluh sembilan tahun, maka TUHAN menampakkan diri kepada Abram dan berfirman kepadanya: “Akulah Allah Yang Mahakuasa, hiduplah di hadapan-Ku dengan tidak bercela. 2 Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau, dan Aku akan membuat engkau sangat banyak.” 3 Lalu sujudlah Abram, dan Allah berfirman kepadanya: 4 “Dari pihak-Ku, inilah perjanjian-Ku dengan engkau: Engkau akan menjadi bapa sejumlah besar bangsa. 5 Karena itu namamu bukan lagi Abram, melainkan Abraham, karena engkau telah Kutetapkan menjadi bapa sejumlah besar bangsa. 6 Aku akan membuat engkau beranak cucu sangat banyak; engkau akan Kubuat menjadi bangsa-bangsa, dan dari padamu akan berasal raja-raja. 7 Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau serta keturunanmu turun-temurun menjadi perjanjian yang kekal, supaya Aku menjadi Allahmu dan Allah keturunanmu. 8 Kepadamu dan kepada keturunanmu akan Kuberikan negeri ini yang kaudiami sebagai orang asing, yakni seluruh tanah Kanaan akan Kuberikan menjadi milikmu untuk selama-lamanya; dan Aku akan menjadi Allah mereka.” 9 Lagi firman Allah kepada Abraham: “Dari pihakmu, engkau harus memegang perjanjian-Ku, engkau dan keturunanmu turun-temurun. 10 Inilah perjanjian-Ku, yang harus kamu pegang, perjanjian antara Aku dan kamu serta keturunanmu, yaitu setiap laki-laki di antara kamu harus disunat; 11 haruslah dikerat kulit khatanmu dan itulah akan menjadi tanda perjanjian antara Aku dan kamu. 12 Anak yang berumur delapan hari haruslah disunat, yakni setiap laki-laki di antara kamu, turun-temurun: baik yang lahir di rumahmu, maupun yang dibeli dengan uang dari salah seorang asing, tetapi tidak termasuk keturunanmu. 13 Orang yang lahir di rumahmu dan orang yang engkau beli dengan uang harus disunat; maka dalam dagingmulah perjanjian-Ku itu menjadi perjanjian yang kekal. 14 Dan orang yang tidak disunat, yakni laki-laki yang tidak dikerat kulit khatannya, maka orang itu harus dilenyapkan dari antara orang-orang sebangsanya: ia telah mengingkari perjanjian-Ku.” 15 Selanjutnya Allah berfirman kepada Abraham: “Tentang isterimu Sarai, janganlah engkau menyebut dia lagi Sarai, tetapi Sara, itulah namanya. 16 Aku akan memberkatinya, dan dari padanya juga Aku akan memberikan kepadamu seorang anak laki-laki, bahkan Aku akan memberkatinya, sehingga ia menjadi ibu bangsa-bangsa; raja-raja bangsa-bangsa akan lahir dari padanya.”

Penyunatan merupakan tanda Perjanjian Tuhan dengan keturunan Abraham dan umat pilihan.

Nama-nama yang diberikan kepada hamba-hamba Tuhan amat penting sekali. Sama seperti Abram bererti bapa besar dan Abraham bermakna bapa kumpulan besar orang banyak, kita perhatikan bahawa pertukaran nama juga merupakan pertukaran status. Sama seperti itu Sarai bererti nyonyaku atau puteriku, sementara Sara bererti nyonya atau puteri dan puteri orang banyak, sekali lagi memperlihatkan pertukaran status dan perluasan perjanjian ini antara Tuhan dan umatNya dan perluasan keselamatan kepada Bangsa-bangsa melalui JemaatNya.

Abraham prihatin terhadap Ismael dan memohon Tuhan agar Ismael diperkenan hidup di hadapan Tuhan. Bagaimanapun, perjanjian itu adalah dengan Ishak. Namun begitu, Tuhan juga berjanji bahawa Ismael akan menjadi bapa kepada ramai orang. Dia akan memperanakkan dua belas raja dan dia akan menjadi bangsa yang besar. Justeru wujud suatu perjanjian dengan Ismael sebagai satu tambahan Ishak di bawah Mesias.

Kejadian 17:17-27 Lalu tertunduklah Abraham dan tertawa serta berkata dalam hatinya: “Mungkinkah bagi seorang yang berumur seratus tahun dilahirkan seorang anak dan mungkinkah Sara, yang telah berumur sembilan puluh tahun itu melahirkan seorang anak?” 18 Dan Abraham berkata kepada Allah: “Ah, sekiranya Ismael diperkenankan hidup di hadapan-Mu!” 19 Tetapi Allah berfirman: “Tidak, melainkan isterimu Saralah yang akan melahirkan anak laki-laki bagimu, dan engkau akan menamai dia Ishak, dan Aku akan mengadakan perjanjian-Ku dengan dia menjadi perjanjian yang kekal untuk keturunannya. 20 Tentang Ismael, Aku telah mendengarkan permintaanmu; ia akan Kuberkati, Kubuat beranak cucu dan sangat banyak; ia akan memperanakkan dua belas raja, dan Aku akan membuatnya menjadi bangsa yang besar. 21 Tetapi perjanjian-Ku akan Kuadakan dengan Ishak, yang akan dilahirkan Sara bagimu tahun yang akan datang pada waktu seperti ini juga.” 22 Setelah selesai berfirman kepada Abraham, naiklah Allah meninggalkan Abraham. 23 Setelah itu Abraham memanggil Ismael, anaknya, dan semua orang yang lahir di rumahnya, juga semua orang yang dibelinya dengan uang, yakni setiap laki-laki dari isi rumahnya, lalu ia mengerat kulit khatan mereka pada hari itu juga, seperti yang telah difirmankan Allah kepadanya. 24 Abraham berumur sembilan puluh sembilan tahun ketika dikerat kulit khatannya. 25 Dan Ismael, anaknya, berumur tiga belas tahun ketika dikerat kulit khatannya. 26 Pada hari itu juga Abraham dan Ismael, anaknya, disunat. 27 Dan semua orang dari isi rumah Abraham, baik yang lahir di rumahnya, maupun yang dibeli dengan uang dari orang asing, disunat bersama-sama dengan dia.

Kisah Ishak dan keturunan Ketura diceritakan dalam karya Bilangan 212E, 212F, dan 212C masing-masing. Pada akhir hayatnya, Abraham dikuburkan oleh dua anak tuanya, satu petunjuk hubungan berterusan antara dia dan adik-beradik itu. Dia berumur 175 tahun.

Kejadian 25:7-10 Abraham mencapai umur seratus tujuh puluh lima tahun, 8 lalu ia meninggal. Ia mati pada waktu telah putih rambutnya, tua dan suntuk umur, maka ia dikumpulkan kepada kaum leluhurnya. 9 Dan anak-anaknya, Ishak dan Ismael, menguburkan dia dalam gua Makhpela, di padang Efron bin Zohar, orang Het itu, padang yang letaknya di sebelah timur Mamre, 10 yang telah dibeli Abraham dari bani Het; di sanalah terkubur Abraham dan Sara isterinya.

Alkitab tidak memberi banyak maklumat tentang Ismael, bagaimanapun keturunannya disenaraikan dalam Kejadian 25:12-18. Dia hidup sehingga 137 tahun dan memang mempunyai 12 anak lelaki seperti yang dinubuatkan. Dia juga mempunyai seorang anak perempuan, Basmat, adik Nebayot. Basmat kemudiannya mengahwini Esau (Kejadian 36:2-3).

Hagar

Mula-mula sekali kita akan bincangkan Hagar. Kita tahu sedikit saja daripada Alkitab selain perincian asas kelahiran Ismael. Dia orang Mesir, hamba kepada Sarai, gundik Abram dan ibu Ismael. Erti namanya ialah orang asing, seorang yang takut.

1Tawarikh 5:10-20 mengisahkan perang-perang melawan orang Hagri (Hagar) ketika zaman Saul. Keturunan Ishak pergi berperang melawan keturunan Hagar. Keturunan ini dikenali sebagai orang Hagri, Hagarite atau Hagarene.

Mazmur 83:6 menunjukkan bahawa orang Ismael dan orang Hagar merupakan dua bangsa berlainan. Ini nampaknya menunjukkan bahawa Hagar kemudiannya mendapat anak lain yang menjadi satu ‘umat’ atau bangsa secara tersendiri. Di sini Ismael dan orang Hagri ditunjukkan berasingan.

Mazmur 83:5-8 Sungguh, mereka telah berunding dengan satu hati, mereka telah mengadakan perjanjian melawan Engkau: 6 Penghuni kemah-kemah Edom dan orang Ismael, Moab dan orang Hagar, 7 Gebal dan Amon dan Amalek, Filistea beserta penduduk Tirus, 8 juga Asyur telah bergabung dengan mereka, menjadi kaki tangan bani Lot. Sela

Ensiklopedia Yahudi dalam talian pada JewishEncyclopedia.com, dalam karangannya tentang Hagar (oleh Salomon Schechter, Gotthard Deutsch Executive Committee of the Editorial Board. Emil G. Hirsch Hartwig Hirschfeld), menyatakan:

Terdapat dalam berbagai petikan dalam Tawarikh, bagaimanapun, rujukan kepada suku orang Hagar, tetangga kepada suku-suku Israel trans-Yordan dan dihalau daripada kediaman mereka oleh suku-suku itu (I Tawarikh ayat 10, 18-22; xi. 38; xxvii. 31). Orang Hagar telah dipertalikan dengan orang Agraioi yang disebut Strabo (xvi. 4, 2), dan walaupun  mereka bangsa Arab, mereka bukan sebahagian daripada orang Ismael.“

Lazim diandaikan bahawa orang Ismael menjadi orang Arab Timur Tengah. Orang Hagar menetap di timur Gilead, yang berada di kawasan bukit dekat Amman Yordan, tetapi kemudiannya berpindah ke Iraq hari ini.

The Historians’ History of the World menjadikan orang Hagar satu suku Ismael namun mendongengkan leluhur mereka serta leluhur Ismael dalam rujukan pertama, tetapi seolah-olah menganggapnya asli dalam rujukan kedua berhubungan Ezra (ibid., Vol. 2, ms 66,129).

Nabatea.net mempunyai satu artikel tentang subjek Hagar. Ia mencatatkan bahawa W.W. Muller berpendapat bahawa satu kota orang Hagar tentunya ditulis sebagai han-Hagar dalam bahasa Aramaik dan mungkin Hagara. Justeru anjuran dibuat bahawa apabila nama ini ditafsir kepada Yunani ia menjadi Gerrha.

Juga dicatatkan bahawa H. von Wissmann mengusulkan bahawa istilah Hagar boleh digunakan untuk menggambarkan sebuah kota bertembok dengan menara dan benteng.

Dengan menggunakan teori-teori ini ahli arkeologi berspekulasi bahawa Kerajaan Arab timur Orang Gerrhaea boleh dipertalikan kepada keturunan Hagar. Sejarah memberitahu kita lebih banyak tentang bangsa yang dikenali sebagai orang Gerrhaea dalam masyarakat Yunani.

Nicander dari Colophon, yang menulis pada abad ketiga BCE, menyebut dalam sebuah puisi “nomad/pengembara Gerrha dan mereka yang membajak di tepi Efrat” (A.S.F. Gow and A.F. Scholfield, Nicander, The Poems and Poetical Fragments, Cambridge, 1952, ms 111). Justeru terdapat dua kumpulan, satu pengembara Gerrha dan satu lagi masyarakat petani yang menetap di Efrat yang berdekatan.

Sedikit saja catatan tentang mereka dalam rekod Asyur ataupun Kasdim. Bagaimanapun, ramai ahli sejarah telah mengemukakan teori-teori mengenai mereka.

Movers mengusulkan bahawa Nebukadnezar mungkin orangnya yang telah membuang negeri orang Gerrhaea pengembara sebagai sebahagian daripada polisi untuk melindungi negaranya daripada suku-suku Arab yang menjadi ancaman (F. C. Movers, Das phonizische Alterthum, Berlin 1856, iii. 308).

Newman mengatakan pertalian antara orang-orang Hagri 1 Tawarikh 5:10, 19-20; Mazmur 83:6-H83:7 adalah tidak pasti namun mungkin kerana dua daripada anak-anak Ismael (Kejadian 25:15) merupakan orang Hagri (1 Tawarikh 5:19) (The Interpreter’s Dictionary of the Bible, artikel ‘Hagar’, Vol. 2, ms 508-9).

Kisah alkitabiah memberitahu kita dalam 1 Tawarikh 5 bahawa:

1Tawarikh 5:19-22  Mereka itu melakukan perang melawan orang Hagri, Yetur, Nafish dan Nodab. 20 Mereka mendapat bantuan melawan orang-orang itu, sehingga orang Hagri itu dengan semua orang yang mengikutinya menyerahkan diri ke dalam tangan mereka, sebab mereka telah berseru kepada Allah dalam pertempuran itu. Maka Ia mengabulkan permintaan mereka, sebab mereka percaya kepada-Nya. 21 Mereka mengangkut ternak orang-orang itu sebagai jarahan: untanya lima puluh ribu ekor, kambing domba dua ratus lima puluh ribu ekor dan keledai dua ribu ekor, juga manusia seratus ribu jiwa. 22 Banyak orang yang tewas karena mati terbunuh, sebab pertempuran itu adalah dari pada Allah. Lalu mereka menduduki tempat orang-orang itu sampai waktu pembuangan. (KJV)

Ini boleh ditafsirkan dua cara namun teks dalam Mazmur 83:6-8 menyatakan dengan jelas:

Penghuni kemah-kemah Edom dan orang Ismael, Moab dan orang Hagar, Gebal dan Amon dan Amalek, Filistea beserta penduduk Tirus, juga Asyur telah bergabung dengan mereka, menjadi kaki tangan bani Lot.

Justeru kita harus andaikan bahawa sekurang-kurangnya menjelang zaman Daud orang Ismael dan orang Hagri telah berpecah kepada minimum dua kumpulan yang boleh dikenalpasti.

R. F. Schnell dalam artikelnya mengenai orang Hagri juga mengatakan pertalian itu tidak pasti namun mempertimbangkan bahawa mereka mungkin “orang Agraioi yang disebutkan oleh ahli geografi Yunani Strabo, Ptolemy dan Pliny” (ibid. art. ‘Hagrite’, ms 511). Di bahawa Saul, mereka ditakluki oleh Ruben dan Israel Trans-Yordan, yang meluaskan sempadan-sempadan mereka hingga padang gurun dan menduduki tanah mereka. Itu mungkin telah memaksa perpindahan mereka ke utara ke arah Efrat sesudah semua penaklukan Daud.

Pentingnya, Schnell memperhatikan bahawa Keturunan Hagar atau ‘Agarenes (KJV) disebut berhubungan dengan Teman dalam Baruch 3:23, namun teks ini tidak dianggap signifikan dan, selaras dengan tradisi Timur, juga disebut dalam 1 Raja-raja 4:30-5:10; Yeremia 49:7; Obaja 8 (ibid.).

Nyata sekali pada zaman Baruch bahawa keturunan Hagar dianggap mempunyai pertalian dengan Teman.

Pengusiran nomad Gerrha

Rawlinson menentukan tanggal pengusiran orang Nomad Gerrha kepada zaman Neo-Asyur selepas Sanherib menghapuskan orang Kasdim pada 694 BCE dan mengusulkan dia mengusir beberapa bangsa (termasuk orang Gerrha nomad) dan memindahkan orang Kasdim ke situ (Rawlinson, G. H., Intercourse between India and the Western World from the Earliest Times to the Fall of Rome, Cambridge, 1926, ms 6).

Dalam artikel bertajuk The Twelve Lost Tribes of Ishmael kita baca komen-komen dan selepas itu kutipan-kutipan daripada para penulis dahulukala yang kita lihat seperti berikut:

“Kebanyakan penulis, bagaimanapun, lebih menyukai satu tarikh yang sama ada selari dengan kejatuhan keunggulan Kasdim oleh Achaemenids (contohnya A.H. L. Heeren, A manual of Ancient History; (Oxford 1833); O. Blau ‘Altarabische Sprachstudien: 2 Theil’ ZDMG 27 (1873), 328; H. Kiepert, Lehrbuch der alten Geographie’ Berlin, 1878, 188; S. Genthe, Der Persische Meerbusen; Geschichte und Morphologie, Inauguraldiss. (Marburg, 18896), 10; A.W. Stiffe, ‘Ancient Trading Centres of the Persian Gulf, iii: Pre-Mohammedan Settlements”, GJ9 (1897), 311; Tkac, Gerrha, 1271) ataupun pada mana-mana waktu dalam zaman Achaemenid, (contohnya. Kennedy, The Early Commerce of Babylon”, 271 dan n. 5 percaya bahawa orang Kasdim meninggalkan Babel selepas Darius I menakluki kembali kota itu pada 488 BC. Lihat Shiwek, ‘Der Persische Golf, 64) yang mengusulkan bahawa pengusiran orang Kasdim berlaku ketika pemerintahan Xerxes susulan penindasan kejam terhadap pemberontakan Megabyzus di Babel pada 482 BC. Oleh sebab Gerrha tidak disebut oleh Herodotus, M. Arner menganjurkan dasar yang lebih terkemudian lagi dalam ‘The Ancient Trans-Peninsular Routes of Arabia,” 135

Strabo 16.4.19 memberitahu kita bahawa “hasil daripada dagangan mereka kedua-dua orang Sabaea dan Gerrhaea menjadi bangsa terkaya antara semua (orang Arab).”

Strabo 16.3.3 mencatatkan: “Orang Gerrhaea mengimport kebanyakan barang mereka di atas rakit-rakit ke Babilonia dan dari situ belayar ke hulu Efrat dengan barang mereka, kemudian membawanya melalui jalan darat ke semua bahagian negara.” dan “Orang Gerrhaea berdagang melalui jalan darat kebanyakannya, dalam barangan dan haruman Arab…”

Agatharchides (200 – 131 BC) memberitahu kita “… Petra dan Palestin di mana orang Gerrhaea dan Minaea dan semua orang Arab yang hidup di kawasan itu membawa kemenyan dari kawasan tanah tinggi, lazim dikatakan, serta barang-barang harum mereka.”

Juba (25 BC – 25 AD) dan Pliny (AD 77) (NH 12.40.80) mencatatkan: “Untuk perdagangan ini (dengan Elymais dan Marmania) mereka membuka kota Carra (Gerrha) di mana pasar mereka diadakan. Sebab mereka semua sudah lazim memulakan perjalanan dua puluh hari mereka ke Babba dan Syria-Palestin. Menurut laporan Juba, mereka bermula kemudian untuk sebab yang sama untuk pergi ke kerajaan Partia. Nampaknya mereka telah membawa barang mereka kepada orang Persia lebih awal lagi daripada Syria dan Mesir,” yang disahkan Herodotus, yang berkata “orang Arab membayar 1,000 talenta kemenyan setiap tahun kepada raja-raja Persia.”

(lihat http://www.balaams-ass.com/alhaj/twelvetribesofishmael.htm#anchor78633

Lokasi Gerrha kemudian

D.T. Potts, dalam siri dua jilidnya bertajuk The Arabian Gulf in Antiquity (Volume II, From Alexander the Great to the Coming of Islam, Clarendon Press, Oxford, 1990) dengan menggunakan gambaran Strabo, mengusulkan bahawa Gerrha tentunya terletak di kawasan pelabuhan moden al-Jubayl di Saudi Arabia timur.

Strabo mengatakan bahawa Gerrha itu terletak dua ratus stadia jauhnya dari laut, dan 2,400 stadia dari Teredon (yang terletak berhampiran Basra zaman moden). Potts mencadangkan adanya sebuah kota Gerrha dan juga sebuah pelabuhan Gerrha, dan bahawa kedua-duanya terletak kira-kira dua puluh batu antara satu sama lain.

Rahsia

Soal sama ada Hagar berkahwin semula dan mempunyai anak-anak lain dianggap sesetengah orang sebagai tekaan semata-mata. Soal sama ada orang Hagar merupakan keturunan Ismael, anak sulung atau anak tunggal Hagar, atau keturunan satu suku lain lagi masih belum diselesaikan. Mungkin kemajuan-kemajuan dalam DNA akan memberitahu kita penyelesaian nyata sebaik saja suku-suku dikenalpasti dan diuji dengan betul.

Kita akan cuba mengenalpasti Dua Belas Suku Ismael dan lokasi mereka sebelumnya dan sekarang. Mereka bersifat pengembara namun mereka juga menyimpan rekod genetik yang cukup luas.

Rekod alkitabiah meletakkan orang Hagar/Hagri di padang gurun di timur Palestin dan ke arah Babel. Menulis pada abad ketiga BCE, Nicander dari Colophon menyebut nomad-nomad Gerrha, dan menempatkan mereka di sepanjang pinggir Sungai Efrat. Mereka berkembang dan akhirnya nama Gerrha dipakaikan kepada seluruh pantai timur Arab.

Sesetengah pelajar seperti yang di Nabataea.net mengandaikan bahawa orang Hagar dan kemudiannya orang Gerrhaea (nama Yunani mereka) merujuk kepada dua belas suku yang berasal daripada Ismael, dan dengan itu daripada Hagar. Mereka menganggapnya amat mungkin yang orang Yahudi hanya merujuk kepada mereka sebagai keturunan Hagar, menghimpun bersama anak-anak Ismael dan sesiapa saja anak lain yang Hagar mungkin ada. Mereka mengatakan: “Dalam budaya kuasaan lelaki Timur Tengah, sukar dipercayai bahawa sebuah suku akan menamakan dirinya sempena seorang keturunan perempuan. Orang Yahudi, bagaimanapun, mungkin telah suka-suka membuat ini sebagai hinaan.”

Paulus dalam Galatia 4:21-31 mengatakan bahawa Hagar sebagai seorang hamba menggambarkan Perjanjian Lama sementara Sara, sebagai perempuan merdeka, mewakili Perjanjian Baru.

Galatia 4:21-31 Katakanlah kepadaku, hai kamu yang mau hidup di bawah hukum Taurat, tidakkah kamu mendengarkan hukum Taurat? 22 Bukankah ada tertulis, bahwa Abraham mempunyai dua anak, seorang dari perempuan yang menjadi hambanya dan seorang dari perempuan yang merdeka? 23 Tetapi anak dari perempuan yang menjadi hambanya itu diperanakkan menurut daging dan anak dari perempuan yang merdeka itu oleh karena janji. 24 Ini adalah suatu kiasan. Sebab kedua perempuan itu adalah dua ketentuan Allah: yang satu berasal dari gunung Sinai dan melahirkan anak-anak perhambaan, itulah Hagar– 25 Hagar ialah gunung Sinai di tanah Arab–dan ia sama dengan Yerusalem yang sekarang, karena ia hidup dalam perhambaan dengan anak-anaknya. 26 Tetapi Yerusalem sorgawi adalah perempuan yang merdeka, dan ialah ibu kita. 27 Karena ada tertulis: “Bersukacitalah, hai si mandul yang tidak pernah melahirkan! Bergembira dan bersorak-sorailah, hai engkau yang tidak pernah menderita sakit bersalin! Sebab yang ditinggalkan suaminya akan mempunyai lebih banyak anak dari pada yang bersuami.” 28 Dan kamu, saudara-saudara, kamu sama seperti Ishak adalah anak-anak janji. 29 Tetapi seperti dahulu, dia, yang diperanakkan menurut daging, menganiaya yang diperanakkan menurut Roh, demikian juga sekarang ini. 30 Tetapi apa kata nas Kitab Suci? “Usirlah hamba perempuan itu beserta anaknya, sebab anak hamba perempuan itu tidak akan menjadi ahli waris bersama-sama dengan anak perempuan merdeka itu.” 31 Karena itu, saudara-saudara, kita bukanlah anak-anak hamba perempuan, melainkan anak-anak perempuan merdeka.

Perbandingan oleh Paulus itu ditujukan secara langsung kepada Yehuda. Ia menuntut Yerusalem sebagai pusatnya dan bergantung pada aspek-aspek jasmaniah keturunannya daripada Ishak dan janji keselamatan itu sebagai satu janji jasmaniah. Paulus menggunakan analogi konflik antara Ismael dan Ishak untuk menggambarkan fakta bahawa Jemaat umpama Yehuda sebagaimana Yehuda menganggap dirinya berbanding Ismael. Seluruh perjanjian itu ditetapkan dengan Abraham untuk menunjuk ke arah Kristus dan akhirnya akan bersandar dalam Jemaat, yang terbuka kepada Bangsa-bangsa dan bukan hanya kepada Ismael, dan keturunan Lot dan Esau tetapi kepada semua bangsa dunia sebagai sebahagian daripada Israel Tuhan dalam Kristus.

Keturunan Ismael

Keturunan Ismael juga menjadi orang Bedouin Arab, dan kita kini mempunyai banyak suku bernama yang menganggap diri mereka berbeza daripada orang Bedouin. Kita akan meneliti suku-suku itu.

Kejadian 25:12-18  Inilah keturunan Ismael, anak Abraham, yang telah dilahirkan baginya oleh Hagar, perempuan Mesir, hamba Sara itu. 13 Inilah nama anak-anak Ismael, disebutkan menurut urutan lahirnya: Nebayot, anak sulung Ismael, selanjutnya Kedar, Adbeel, Mibsam, 14 Misyma, Duma, Masa, 15 Hadad, Tema, Yetur, Nafish dan Kedma. 16 Itulah anak-anak Ismael, dan itulah nama-nama mereka, menurut kampung mereka dan menurut perkemahan mereka, dua belas orang raja, masing-masing dengan sukunya. 17 Umur Ismael ialah seratus tiga puluh tujuh tahun. Sesudah itu ia meninggal. Ia mati dan dikumpulkan kepada kaum leluhurnya. 18 Mereka itu mendiami daerah dari Hawila sampai Syur, yang letaknya di sebelah timur Mesir ke arah Asyur. Mereka menetap berhadapan dengan semua saudara mereka.

Tawarikh juga menyenaraikan anak-anak Ismael.

1Tawarikh 1:29-31 Inilah keturunan mereka: anak sulung Ismael ialah Nebayot, lalu Kedar, Adbeel, Mibsam, 30 Misyma, Duma, Masa, Hadad, Tema, 31 Yetur, Nafish dan Kedma; mereka itulah anak-anak Ismael.

Seperti yang dicatatkan di atas, Ismael juga mempunyai seorang anak perempuan bernama Mahalat, namun dia juga dipanggil Basmat

Nebayot

Nebayot (Nebaioth), atau Nabajoth, dan saudara-saudara lelakinya menetap di Arab. Josephus mencatatkan ini dalam Antiquities of the Jews, Buku 1, Bab 12.4.

“Mereka menetap di seluruh negeri dari Efrat hingga Laut Merah, dan memanggilnya Nabatene. Mereka ialah Bangsa Arab, dan mereka menamakan suku-suku mereka daripada semua ini, sebab sifat mereka sendiri, dan sebab martabat Abraham bapa mereka.”

Dia ialah kepala suku yang dinamakan sempenanya. Dia dan saudaranya Kedar terkenal dengan penternakan domba pada zaman Yesaya (Yesaya 60:7).

Segala kambing domba Kedar akan berhimpun kepadamu, domba-domba jantan Nebayot akan tersedia untuk ibadahmu; semuanya akan dipersembahkan di atas mezbah-Ku sebagai korban yang berkenan kepada-Ku, dan Aku akan menyemarakkan rumah keagungan-Ku.

Ayat ini menunjukkan dua suku keturunan Ismael yang akan bertaubat dan mereka akan mempersembah korban kepada Tuhan di Yerusalem sebagai sebahagian daripada Pemulihan milenium. “Domba-domba jantan Nebayot akan tersedia untuk ibadahmu” merupakan satu kiasan kepada fungsi anak sulung Ismael sebagai sebahagian daripada imamat di bawah Mesias.

Sementara Josephus dan para sarjana lain sebelum ini mempertalikan Nebayot dengan orang Nabatea, International Standard Bible Encyclopedia (ISBE) menyatakan bahawa hakikat adanya perbezaan ejaan menjadikan teori ini tidak boleh diterima. Jewish Encyclopaedia juga membuang teori ini.

Daripada rekod Asyur kita tahu bahawa Raja Ashurbanipal (668-662 BCE) berperang dengan orang Nabatea. Bagaimanapun, sekumpulan orang Kasdim, termasuk beberapa suku berhampiran, memberontak menentang Sanherib, pemerintah Asyur, pada 703 BCE. Di kalangan pemberontak itu, rekod Tiglat-pileser III menyenaraikan orang Nabatu (keturunan mungkin bagi Nebayot, anak sulung Ismael) dan orang Kedar (keturunan anak kedua Ismael). Suku-suku ini tidak ditakluki dan mereka direkod sebagai melarikan diri dari Asyur ke Padang Gurun Arab.

Seperti yang dijangkakan kerajaan Asyur akhirnya terbahagi apabila dua saudara mula memerintah – seorang sebagai Raja Babilonia dan seorang lagi Raja Asyur. Kemudian pada 652 BCE ketika perang tercetus antara dua saudara itu, orang Kedar menyokong raja Babel dalam suatu serangan Asyur barat. Mereka dikalahkan, dan melarikan diri kepada pemimpin orang Nabayat untuk keselamatan. Apabila orang Kedar dan Nabayat kemudian menyerang sempadan barat Asyur mereka telah dikalahkan.

Kira-kira tiga ratus tahun kemudian papyri (tulisan) Zenon, yang tanggalnya 259 BCE, menyebut bahawa orang Nabatu berdagang kemenyan Gerrhea dan Minae, mengangkutnya ke Gaza dan Syria melalui pusat-pusat Kedar di Arab utara, Jauf, dan Tayma.

Rekod sejarah jelas menyatakan bahawa pada 586 BCE orang Edom mula bergerak ke selatan ke dalam kawasan tanah Yahudi yang dikosongkan oleh Nebukadnezar. Begitu juga suku-suku Arab mula bergerak ke utara. Lama kelamaan orang Nabatu mula menduduki tanah kosong yang ditinggalkan oleh orang Edom dan akhirnya menjadikannya pusat Empayar Nabatea.

Dengan berasaskan perdagangan saudagar, orang Nabatea akhirnya berjaya membangunkan sebuah tamadun yang amat hebat. Walaupun kota Petra merupakan ibu kota asal, Bostra, di Syria, juga digunakan sebagai kota raja. Kota-kota lain juga dibina di Negev, di utara Saudi Arabia hari ini, dan di bahagian-bahagian Jordan moden. Bagaimanapun, pada 106 CE orang Nabatea melepaskan kerajaan mereka kepada orang Rom dan selang waktu mereka kehilangan keperibadian mereka.

Bagaimanapun, Jewish Encyclopedia dalam artikelnya oleh George A Barton mengenai orang Nabatea menyatakan bahawa mereka tidak sama dengan Nebayot.

Barton enyatakan bahawa walaupun diandaikan pada mulanya bahawa orang Nabatæa merupakan orang yang sama seperti Nebayot Kejadian 25:13, dan juga dengan Naba-a-a-ti daripada tawarikh Assurbanipal, kini dianggap bahawa mereka patut disamakan dengan orang Kadmon Kejadian 15:19.

Sebab inskripsi (prasasti) telah ditemui yang ditulis dalam bahasa Aramaik, orang Nabataea nampaknya mempunyai latar belakang Arab tetapi mereka mungkin orang Arab di bawah pengaruh Arab.

Schurer, dalam The History of the Jewish People in the Age of Jesus Christ, (ed. Vermes, et al., T. dan T. Clark Edinburgh, 1987, Apendiks II, ms 574 dan seterusnya) mengatakan bahawa sedikit saja diketahui tentang orang Nabatea hingga asal etnik mereka sekalipun tidak pasti. Bahasa mereka pada inskripsi dan syiling semuanya Aramaik, dan menunjukkan mereka orang Aramaea. Namun begitu, sebaliknya, mereka kerap disebut sebagai orang Arab oleh penulis-penulis dahulu, bukan saja oleh mereka yang jauh daripada mereka dari segi waktu tetapi juga oleh Josephus yang dijangka mengetahui sepenuhnya perbezaan antara kedua-duanya.

Daripada bukti ini kesimpulan telah dibuat bahawa mereka ialah orang Arab yang, sebab bahasa Arab belum lagi berkembang menjadi bahasa bertulis, menggunakan bahasa Aramaik yang merupakan bahasa beradab zaman itu untuk tujuan kesusasteraan. Schurer menganggap identifikasi mereka dengan Nebayot Kejadian 25:13, 28:9; 36:3; 1 Tawarikh 1:29; dan Yesaya 60:7 sebagai satu suku Arab sebagai amat tidak mungkin. Justeru dia mengabaikan mereka sebagai keturunan Ismael.

Hanya dari permulaan zaman Yunani barulah gambaran jelas tentang mereka muncul. Pada waktu itu mereka menetap di mana orang Edom tinggal antara Laut Mati dan Teluk Aqaba, di wilayah Petra yang Schurer katakan mungkin tidak sama dengan Sela lama orang Edom (ibid., ms 576).

Selepas Antigonus mengusir Ptolemy Lagus dari Coele-Syria pada 312 BCE, dia mengutus jeneralnya Athenaeus melawan orang Nabataea dengan 4000 infantri dan 600 kavalri dan menyerang kubu mereka di Petra secara mengejut. Bagaimanapun, sebab kelalaiannya sendiri, tenteranya hancur dalam satu serangan malam oleh orang Nabataea (ibid.). Antigonus kemudian mengutus anaknya Demetrius untuk menakluk mereka tetapi tidak berjaya. Menurut Diodorus yang menulis laporannya, mereka merupakan kumpulan nomad penggembala primitif yang tidak pernah mempunyai raja. Dinasti pertama yang diketahui untuk orang ini ialah Aretas yang digambarkan sebagai Tyrannos atau raja kejam. Imam Besar Jason mencari perlindungan dengannya pada 168 BCE (2 Mac. 5:8).

Mereka bersahabat dengan parti Yahudi dalam pemberontakan Maccabea pada 164 dan 160 BCE (lihat 1 Mac. 5:25; 9:35). Kuasa mereka menjangkau sejauh timur Yordan. Pada akhir abad kedua BCE apabila kerajaan Ptolemy dan Seleucid runtuh, mereka mencapai kuasa terbesar mereka di bawah Erotimus (Aretas II?) sekitar 110-100 BCE.

Orang Palestin dan orang Syria dikalahkan beberapa kali oleh orang Arab yang kelihatannya berada di bawah raja Nabatea dari 93 BCE (Alexander Jannaeus) hingga 87 BCE (Antiochus XII) mungkin kedua-dua kalinya di bawah Obodat atau Obodas I. Antiochus XII gugur dalam pertempuran di Cana.

Dengan itu kita mempunyai idea yang cukup baik tentang kekuatan dan kuasa dan kita tahu lokasi mereka, tetapi jika Schurer yang harus diikuti, mereka bukan orang Ismael tetapi orang Arab keturunan Ketura. Mereka bukan orang Edom keturunan Esau. Mungkin juga mereka kedua-duanya.

Mereka berdagang dari Mesir dan Gaza melalui Petra ke Arab tengah dan sejauh Babilonia. Jalan perdagangan lain juga tersedia untuk mereka dan sebuah koloni dibangunkan di pelabuhan Puteoli Itali. Di situ mereka mendirikan sebuah rumah ibadat untuk ilah asli mereka. Mereka membuat wang logam pada abad ke 2 BCE yang mempunyai nama-nama pemerintah berikut: Malchus I. (Maliku), kira-kira 145 BCE; Obodas I. (Obodath), kira-kira 97-85; Aretas III. (Haretath Melek Nabatu), kira-kira 85-62; Obodas II. (Obodath Melek Nabatu); Aretas IV. (Haretath), 2-50 CE; Malchus III, 50-70; dan Rabel, 70-95.

Inskripsi Aramaik menunjukkan bahawa orang Nabatea menguasai kawasan dari Arnon hingga Damsyik (Damascus) pada Abad Pertama dan kemudiannya kehilangan Hauran dan Peræa kepada Herodes. Bagaimanapun, mereka dapat mengekalkan satu baris benteng yang menghubungkan wilayah-wilayah selatan mereka dengan kawasan sekeliling Damsyik, di mana mereka masih mempunyai suatu protektorat.

Pada zaman Augustus kerajaan Nabatæa telah menjadikan Rom tempat pergantungan, sama seperti kerajaan Yudea.

Kebanyakan inskripsi Nabatæa bertarikh yang ada datang daripada Aretas IV, Malchus III., dan Rabel, raja-raja zaman ini dan apa yang menarik ialah anak perempuan Aretas (Haretath) yang diceraikan oleh Herodes Antipas yang memilih Herodias (Josephus, Ant. Jews, xviii. 5, 1; Matius 14:3 dan seterusnya).

Pada waktu pemerintahan yang sama inilah Paulus melarikan diri dari Damsyik (2 Korintus 11:32). Orang Nabatæa memberi bantuan kepada tentera Titus ketika pengepungan Yerusalem (Josephus, l.c. xvii. 10, 9) (lihat juga karya Perang dengan Rom dan Kejatuhan Bait Suci (No. 298)).

Kerajaan Nabatæa berakhir di bawah Trajan dengan bahagian-bahagiannya yang lebih dekat dibawa masuk ke dalam daerah Rom Arab. Pada 106 CE, seperti yang dicatatkan Schurer, Arab dimiliki Petra; dengan kata lain Arab Nabatea dijadikan wilayah Rom oleh Cornelius Palma, wali/gabenor Syria menurut perintah Trajan (ibid., ms 585).

Justeru kita boleh andaikan bahawa sekiranya orang Nabatea bukan Arab pada mulanya tetapi Aramaik (keturunan Aram) kawasan itu dan rakyatnya kemudiannya diserap ke dalam dan, di bawah orang Rom, menjadi sebahagian daripada daerah Arab.

Jika orang Nabatea sememangnya orang Kadmon Kejadian 15:19 maka apa yang kita lihat di sini ialah Qedem, dari negeri Qedem iaitu negeri timur (Kejadian 25:6 RSV). Mesias akan sentiasa datang dari timur dan sebab itu orientasi orang Ibrani adalah ke timur sebagai “depan”. Ke negeri Qedem inilah Abraham menghantar anak-anak Ketura dan ia dipercayai berada di Padang Gurun Syria, di timur Byblos. Negeri-negeri orang Kadmon, orang Keni dan orang Kenas diberikan kepada keturunan Abraham dan dengan itu mereka diserap masuk ke dalam keturunan Ketura. Keturunan Qedem dikenali sebagai “orang timur” yang termasuk Ayub seorang keturunan Isakhar Israel (Ayub 1:3; lihat 18:20), dan Raja-raja Midian yang menunggang unta (Hakim 8:10-12, 21, 26) dan orang-orang bijaksana yang mempunyai nama berhubungan Arab (1 Raja-raja 4:30-31 (H5:10 lihat Interpreter’s Dictionary of the Bible, Vol. 3, ms 2, artikel ‘Kadmonites’).

Orang Keni merupakan satu suku pandai besi atau pekerja logam seminomad (separa penggembara) dan mendiami tanah batu di selatan Tell Arad di lereng barat Wadi Arabah yang kaya mineral di atas Tamar (Bilangan 24:21; Hakim 1:16). Orang Sleib Arab, pekerja logam nomad, tidak diberi penghormatan yang sama kerana orang Keni ini sudah ada seawal 1300 BCE. Mereka asalnya tinggal di Kanaan, yang tanahnya dijanjikan kepada Abraham dan keturunannya (Kejadian 15:19). Rujukan dalam Bilangan 24:21 mengatakan mereka “tertaruh di atas bukit batu” yang menempatkan mereka pada zaman Bileam di Wadi Arabah.

Dalam Hakim 4:11 orang Keni disebutkan sebagai keturunan Hobab (lihat Hakim 1:16).

Interpreter’s Dictionary mempertimbangkan bahawa mereka mungkin pernah hidup di kalangan orang Midian dan mengajar mereka pengolahan logam dan ada difikirkan bahawa Musa belajar pengolahan logam ketika berada di kalangan orang Keni dan Midian, sebab istilah itu juga dipakaikan kadangkala kepada Yitro, bapa mertua Musa. Tidak lama selepas ini orang Keni memasuki Palestin sebagai sebahagian Israel dalam suku Yehuda dan hubungan ini nampaknya disahkan lagi dalam 1 Samuel 15:6 dalam mana orang Keni digambarkan menunjuk kesetiaan kepada Israel dalam Keluaran. Pada waktu itu mereka sudah menjalin hubungan dengan orang Amalek dan Saul memperingatkan mereka supaya berpisah jika mereka ingin menjauhi kebinasaan. (ibid., ms 6).

Pada zaman Hakim-hakim satu cabang nomad orang Keni di bawah Heber telah menduduki Galilea (Hakim 4:11; 5:24) (Int. Dict., ibid., ms 7).

1 Tawarikh 2:55 menggambarkan keluarga-keluarga ahli surat tertentu sebagai orang Keni yang diam di Yabes di Yehuda selatan, yang keturunannya ialah Hamat bapa keluarga Rekhab. Terdapat komposisi YDNA E3b signifikan di kalangan orang Yahudi, yang mungkin datang daripada orang Kanaan.

Sebutan terakhir orang Keni dalam Alkitab adalah ketika Daud, sewaktu dia diam di Gat kota Filistin, menjarah suku-suku yang diam di Tanah Negeb orang Keni (1 Samuel 27:10) dan selepas itu Daud mengirim barang rampasan kepada para tua-tua Yehuda dan kepada sanaknya (lihat LXX) yang ada antaranya tinggal dalam kota-kota orang Keni (1 Samuel 30:29).

Orang Keni di timur kemudiannya diserap ke dalam orang Arab. Bagaimanapun, hubungan yang didalilkan antara orang Keni dan suku Arab Banu’l-Qayn yang diam di wilayah antara Teima dan Hauran pada abad keenam CE sejurus sebelum zaman Nabi tidak dapat dibuktikan (ibid.)

Orang Kenas yang disebut ialah satu kumpulan campuran yang ada di Kanaan bilamana tanah-tanah mereka dijanjikan untuk diberikan kepada keturunan Abraham. Nama ini juga digunakan untuk anak-anak Elifas, anak sulung Esau, dan dibincangkan dalam bahagian itu.

Orang Kenas merupakan sebuah kumpulan campuran bukan bangsa Israel yang berpindah ke dalam Negeb dari tenggara sebelum kumpulan penaklukan utama. Mereka terdiri daripada suku-suku orang Kaleb yang menduduki Hebron (El Khalil moden) (Yosua 14:6-14; 15:52-54). Kumpulan kedua ialah orang Otniel yang menduduki Debir (Tell Beit Mirsim moden?) (Yosua 15:15-19; Hakim 1:11-15). Kumpulan ketiga yang mungkin ialah orang Yerahmeel, yang mesti telah menduduki kawasan bukit paling selatan Yehuda. Mereka dikaitkan dengan orang Edom dan orang Keni. Justeru kumpulan selatan yang dikaitkan dengan orang Nabataea yang mempunyai pertalian Arab kemudian juga dipertalikan dengan Edom dan Yehuda, tetapi mungkin sebenarnya tidak berasal daripada mana-mana itu dan sebaliknya berasal daripada Kanaan awal dan mempunyai pertalian dengaan Aram dan dengan itu bersifat Aramaik serta dengan orang Arab dan orang Yahudi.

Kedar (kehitaman; dukacita)

Terdapat beberapa rujukan kepada Kedar dalam Alkitab. Nubuatan-nubuatan dalam Yesaya dan Yeremia menunjukkan perang dan kekalahan tetapi pada akhir zaman mereka akan dipulihkan dan ditempatkan dalam Israel sebagai sebahagian kerajaan Mesias. Anak sulung memainkan peranan utama dalam pelayanan tetapi juga keturunan anak kedua, Kedar, ditempatkan dalam pemulihan di kalangan kawanan, iaitu Jemaat Tuhan. Mereka orang pengembara yang khususnya berdagang domba dan kambing dan diam dalam khemah.

Nama Kedar ditafsirkan oleh orang Ibrani sebagai Qedar dan oleh orang Asyur sebagai Qidri. Orang Arab merujuk kepada mereka sebagai Qidar. Mereka menjadi suku Arab yang berkuasa di barat laut Semenanjung Arab. Mereka diam dalam khemah-khemah hitam, yang cukup terkenal dalam dunia purba. Orang Babel, di bawah Nebukadnezar, berperang menentang mereka pada 599 BCE. Ini sebahagian daripada penaklukan orang Semit selatan, yang mana bahagian terakhirnya ialah kemusnahan Yerusalem dan Yehuda. Yeremia menubuatkan perang ini dalam Yeremia 49:28-29. Suku Kedar mempunyai sejarah perang yang lama dengan keturunan Asyur dan mereka disebut dalam rekod Ashurbanipal Asyur dan dalam rekod-rekod berbagai raja Asyur lain dengan siapa mereka bertentangan. Dalam rekod-rekod ini Kedar dan Nebayot berhubungan rapat.

Kedar juga diam di Mekah (Makkah). Ahli-ahli genealogi (silsilah) Arab berkata ada 40 generasi dari Kedar ke ‘Adnan dan anaknya Ma’ad dari siapa orang Arab ‘Adnan menyusut leluhur mereka. Hadis (Hadith) berkata bahawa Nabi hanya menyusut leluhurnya balik kepada ‘Adnan dan berhenti di situ kerana dia mempunyai ketidakpastian genealogi dari tarikh itu. Dia dikutip menyatakan, “Ahli genealogi bercakap bohong” (lihat Rahmat-ul-lil’alameen 2/7-17). Justeru Nabi bukan Arab “Tulen” atau al-‘Ariba, yang sebenarnya satu istilah yang digunakan bagi keturunan Sem dari Aram dan Arpakhsad (lihat juga Keturunan Abraham Bahagian IV: Keturunan Ketura (No. 212D)).

Nabi merupakan seorang Arab yang diarabkan atau al-Musta’ribah daripada keturunan Ismael. Beberapa keluarga ‘Ananaite bangsawan terkenal daripada kumpulan Quriesh ialah Alnazi, Altamimi, Almaleek, Bani Khaled, Bani Kolab, Bani hashim dsb.

Istilah al-Musta’ribah juga digunakan unttuk orang bukan Ismael atau Arab Campuran daripada kedua-dua kumpulan.

Empat puluh generasi Kedar antara dia dan ‘Adanad juga tentunya tersebar menjadi bangsa yang besar dan kemudiannya diserap ke dalam suku-suku lain. Rangka waktu empat puluh generasi ialah 1600 tahun. Sekiranya kita hanya mengizinkan dua puluh tahun per generasi, masih ada 800 tahun sehingga ‘Adnan, pada waktu tertentu pada akhir zaman Hakim-hakim dan kejatuhan Troy. Jika tiga puluh tahun diizinkan kita berada pada waktu sesudah kejatuhan Israel dan kira-kira pada waktu Tawanan Babel. Justeru perang-perang dengan orang Asyur dan perluasan orang Sparta ke dalam Laconia semuanya berlaku sebelum ‘Adnan dan perang-perang itu diperangi oleh keturunan Kedar dan Nebayot, dan suku-suku ini ditakluk oleh Daud serta keturunan Mesekh dan orang Syria sebelum negeri yang kemudiannya menjadi Sparta ditakluki.

Perluasan orang Edom berlaku selepas kejatuhan Israel dan Yehuda. Perluasan terjadi dari ‘Adnan di Mekah.

Ma’ad bin ‘Adnan hanya mempunyai seorang anak lelaki, Nizar.

Nizar mempunyai empat anak lelaki yang bercabang membentuk empat suku besar. Ini ialah:

1.      Eyad

2.      Anmar

3.      Rabi’a

4.      Mudar

Dua yang akhir membentuk berbagai sept (suku keluarga).

Rabi’a memperanakkan Asad, Anazah, ‘Abdul, Qais, Hanifa dan lain-lain. Anak Rabi’a, Wa’il, mempunyai dua anak lelaki Bakr dan Taghlib.

Suku-suku Mudar membentuk dua divisi besar:

1.      Suku-suku daripada Qais ‘Ailan bin Mudar

2.      Suku-suku daripada Elias bin Mudar.

Daripada Qais ‘Ailan datangnya:

Banu Saleem, Banu Hawazin, dan Banu Ghatafan, yang menjadi leluhur ‘Abs, Zubyan, Ashja’ dan Gani bin A’sur.

Daripada Elias datangnya:

Tamim bin Murra, Hudhail bin Mudrika, banu Asad bin Khuzaimah dan suku-suku Kinana bin Khuzaimah, yang daripadanya datang Quraish yang masyhur, keturunan Fahr bin Malik, bin An-Nadr bin Kinana.

Quraish bercabang menjadi berbagai suku, dan yang paling terkemuka ialah Jumah, Sahm, ‘Adi, Makhzum, Tayim, Zahra, dan tiga sept Qusai bin Kilab, ‘Abdud-Dar bin Qusai, Asad bin ‘Abdul ‘Uzza bin Qusai dan ‘Abd Manaf bin Qusai.

‘Abd Manaf bercabang menjadi empat suku:

1.      ‘Abd Shams

2.      Nawfal

3.      Muttalib

4.      Hashim

Daripada keluarga Hashim inilah asalnya Abu Qasim, Nabi Arab, sebagai Qasim bin ‘Abdullah, bin ‘Abdul-Muttalib bin Hashim, dan dipanggil Muhammad.

Keturunannya ialah Ismael ke Kinana ke Quraish, ke Hashim ke Qasim yang dikenali sebagai Muhammad (lihat Muslim 2/245; Tirmidhi 2/201).

(lihat juga www.witnesss-pioneer.org/vil/Books/SM_tsn/ch1s1.html)

Justeru sumbangan Kedar yang paling terkemuka adalah tatkala seorang keturunan Kedar, Abu Qasim, menukar kepada kepercayaan Kristian. Para pengikutnya kemudian merosakkan kepercayaan ini dengan apa yang dikenali kemudian sebagai Hadis (Hadith), suatu kompilasi tradisi dan tafsiran palsu yang kemudiannya digunakan untuk mengasaskan agama Islam.

Keturunan ‘Adnan tersebar di seluruh Arab. Daripadanya juga datang suku ‘Abdul Qais dengan sept-sept Bakr bin Wa’il dan Tamim yang beremigrasi ke Bahrain.

Banu Hanifa bin Sa’b bin Ali bin Bakr menetapi di Hijr ibu kota Yamama. Justeru semua suku Bakr bin Wa’ol tinggal di kawasan tanah yang termasuk Yamama, Bahrain, Saif Kazima, sampai pinggir laut dan sampai sempadan-sempadan luar Iraq, Ablah dan Hait.

Kebanyakan daripada suku Tahglib tinggal di kawasan Efrat dan ada antara mereka hidup dengan suku Bakr.

Banu Tamim diam di semigurun Basra.

Banu Saleem diam di kawasan sekitar Madinah (Medinah) antara Wadi Al-Qura sampai Khaibar sampai pergunungan timur Harrah.

Taqif diam di Ta’if dan Hwazin di timur Mekah dekat Autas di jalan Mekah-Basra.

Banu Asad tinggal di timur Taim dan barat Kufa dengan Banu Tai’ yang diam antara mereka dan Taim, kira-kira lima hari perjalanan dari Kufa.

Zubyan diam di kawasan-kawasan antara Taim dan Hawran.

Sementara beberapa sept Kinana diam di Tihama, sept-sept Quraish tinggal di Mekah dan berpecah-belah sepenuhnya.

Suku Quraish akhirnya disatukan secara terhormat, yang mengakui status dan kepentingan mereka sebagai satu suku, oleh Qusai bin Kilab yang mengerahkan barisan-barisan mereka justeru menjadikan mereka satu angkatan (lihat Mudadrat Tareekh Al-Umam Al-Islamiyah 1/15-16).

Untuk perpindahan keturunan Ketura ke Mekah dan Medina di bawah jajahan Rom di Arab, lihat karya Keturunan Abraham Bahagian IV: Keturunan Ketura (No. 212D).

Kepentingan Quraish bertambah dengan signifikan dan ramai keturunan Kedar menyusut asal mereka melalui keluarga ini.

Sebagai contoh: terdapat dua keluarga keturunan Nabi di Basra, iaitu Barakat dan al-Naqib. Keseluruhannya terdapat 150 suku di Iraq, dan tiga puluh daripadanya ialah suku terpenting. Kebanyakan suku atau rumpun ini menganggap kesetiaan kepada suku mereka sebagai lebih penting daripada apa-apa kesetiaan nasional.

Senarai penuh sept atau suku keluarga Nabi di Iraq diberikan pada Lampiran A.

Terdapat tujuh puluh dua sept atau subsuku yang menuntut berketurunan Nabi di Iraq sajapun.

Namun begitu terdapat ramai keturunan Ismael melalui Kedar di Iraq. Rabi’a berpusat sekitar kawasan bandar Kut.

Bani (Banu) Tamim berada di tengah dan selatan Iraq dengan

·        Suku Al-Suhail sebagai pemimpin suku dekat Abu Ghuraib

·        Bahagian Al-Turshan yang berpusat di kawasan pemerintahan Diyala

·        Bahagian Al-Kan’an di kawasan pemerintahan Basra dan di seberang sempadan di Iran dalam Daerah Kuzestan.

Persekutuan Bani Ka’b juga di Basra dan di Daerah Kurdestan di Iran.

Persekutuan-persekutuan Arab dan lokasi mereka di Iraq ada dalam Lampiran A.

Nubuatan di bawah orang Babel

Yeremia berbicara tentang Kedar di bawah orang Babel.

Yeremia 49:28-39 Mengenai Kedar dan mengenai kerajaan-kerajaan Hazor yang dipukul kalah oleh Nebukadnezar, raja Babel. Beginilah firman TUHAN: “Bersiaplah, majulah melawan Kedar, binasakanlah orang-orang di sebelah timur! 29 Hendaklah kemah-kemah mereka dan kawanan domba mereka dirampas sampai bersih, tenda-tenda mereka dan segala perabot mereka; hendaklah unta-unta mereka habis dibawa serta, dan hendaklah berteriak-teriak kepada mereka: Kegentaran dari segala jurusan! 30 Larilah, mengungsilah cepat-cepat, bersembunyilah dalam liang-liang, hai penduduk Hazor! demikianlah firman TUHAN. Sebab Nebukadnezar, raja Babel, telah mengambil putusan terhadap kamu dan telah membuat rancangan terhadap kamu. 31 Bersiaplah, majulah melawan bangsa yang hidup sentosa, yang diam dengan aman tenteram, demikianlah firman TUHAN, dan yang tidak punya pintu gerbang atau palang, dan yang tinggal tersendiri! 32 Unta-unta mereka akan menjadi jarahan, dan ternak mereka yang banyak itu menjadi rampasan! Aku akan menyerakkan ke segala mata angin mereka yang berpotong tepi rambutnya berkeliling, dan dari segala penjuru Aku akan mendatangkan bencana atas mereka, demikianlah firman TUHAN. 33 Hazor akan menjadi tempat persembunyian bagi serigala, menjadi tempat tandus sampai selama-lamanya; seorangpun tidak akan diam lagi di sana dan seorang manusiapun tidak akan tinggal lagi di dalamnya.” 34 Firman TUHAN yang datang kepada nabi Yeremia mengenai Elam, pada permulaan pemerintahan Zedekia, raja Yehuda: 35 Beginilah firman TUHAN semesta alam: “Sesungguhnya, Aku mematahkan busur Elam, yakni inti kekuatannya. 36 Aku akan mendatangkan atas Elam keempat angin dari keempat penjuru langit dan akan menyerakkan mereka ke segala mata angin ini, sehingga tidak ada bangsa yang tidak kedatangan orang-orang yang berserakan dari Elam. 37 Aku akan membuat Elam terkejut di depan para musuhnya dan di depan orang-orang yang berusaha mencabut nyawanya. Aku akan mendatangkan atasnya malapetaka, yakni murka-Ku yang menyala-nyala, demikianlah firman TUHAN. Aku akan menyuruh pedang mengejar mereka sampai mereka Kuhabiskan. 38 Aku akan menaruh takhta-Ku di Elam, dan Aku akan membinasakan dari sana raja dan pemuka-pemuka, demikianlah firman TUHAN. 39 Tetapi di kemudian hari Aku akan memulihkan keadaan Elam, demikianlah firman TUHAN.”

Yehezkiel 27 mengisahkan ratapan Tirus. Tirus ialah pusat perdagangan besar dan Kedar merupakan sumber pilihan untuk perdagangan dalam domba dan kambing.

Yehezkiel 27:21 Arab dan semua pemuka Kedar berdagang dengan engkau dalam anak domba, domba jantan dan kambing jantan; dalam hal-hal itulah mereka berdagang dengan engkau.

Yesaya menyatakan bahawa bangsa Kedar, orang perkasa dan pemanah cekap, akan dikalahkan.

Yesaya 21:14-17  Hai penduduk tanah Tema, keluarlah, bawalah air kepada orang yang haus, pergilah, sambutlah orang pelarian dengan roti! 15 Sebab mereka melarikan diri terhadap pedang, ya terhadap pedang yang terhunus, terhadap busur yang dilentur, dan terhadap kehebatan peperangan. 16 Sebab beginilah firman Tuhan kepadaku: “Dalam setahun lagi, menurut masa kerja prajurit upahan, maka segala kemuliaan Kedar akan habis. 17 Dan dari pemanah-pemanah yang gagah perkasa dari bani Kedar, akan tinggal sejumlah kecil saja, sebab TUHAN, Allah Israel, telah mengatakannya.”

Perang-perang ini akan berakhir dan Mesias akan mengukuhkan bani Kedar dan menggunakan anak sulung Nebayot untuk memualafkan semua orang Arab dan bani-bani Timur Tengah, dan mereka akan didamaikan dan memerintah dari Yerusalem.

Adbeel (wap, atau awan Tuhan, juga hamba Tuhan)

Suku ini terletak di barat laut Arab berhampiran Kedar dan Nebayot. Mereka disebut dalam Kejadian 25:13 dan 1 Tawarikh 1:20. S. Cohen mengatakan mereka sama dengan orang Idiba’ilea yang ditakluk oleh Tiglat-pileser III (ada mengatakan II) dan selepas itu melantik mereka  sebagai pengawal di perbatasan Mesir (Interp. Dict., Vol. 1, ms 45).

Orang Idiba’ilea ini ialah Idibi’ilu dari Arubu. Sesetengah pihak cuba mencari suku ini di Sinai kerana mereka menetap di barat.

Mibsam (berbau harum) dan Misyma (mendengar; menurut)

Sekali lagi, ada sedikit saja maklumat tentang dua suku ini. International Standard Bible Encyclopedia mengatakan bahawa kedua-dua nama ini juga dicatatkan dalam 1 Tawarikh 4:25 dan seterusnya berhubungan dengan anak-anak Simeon, dan bahawa mereka merupakan dua suku Arab, yang mungkin telah bergabung dengan bani Simeon.

Kedua-dua suku ini nampaknya berhubungan dengan orang Idiba’ilea di kawasan sama.

Ketepatan hal ini tidak diketahui sepenuhnya.

S. Cohen mengenalpasti Mibsam sebagai keturunan Simeon dan bapa Misyma daripada 1 Tawarikh 4:25 dan nampaknya membezakan mereka daripada orang Ismael (Interp. Dict. Art. ‘Mibsam’, Vol. 3, ms 369). Bagaimanapun, dalam artikelnya ‘Misyma’ pada ms 404 dia mencatatkan adanya satu Jebel Misyma antara Teima dan Jebel Shamar; tetapi pembacaannya tidak pasti. Dia seterusnya berkata bahawa kehadiran dua nama di sini dan dalam genealogi (silsilah) Ismael mungkin menunjukkan bahawa kedua-duanya ialah suku Arab yang telah bergabung dengan Simeon dalam waktu perluasan Simeon ke selatan (ayat 38-43).

Mungkin juga mereka bergabung dari Mesir sebelumpun Keluaran mungkin di bawah Hyksos, sebab teks dalam Kejadian seolah-olah memerlukan suatu pertalian awal; namun perluasan selatan Simeon nampaknya satu penjelasan yang amat masuk akal.

Justeru suku-suku ini juga orang Yahudi dan mungkin juga tersebar di sana sini dalam Israel.

Duma (keheningan)

Duma dipercayai merupakan orang Idumea. Nama Duma masih dikekalkan di kota Arab Dumat-al-Jandal, ibu kota suku itu.

Namun ini tidak mungkin betul sebab Duma ialah anak Ismael tetapi ia juga digunakan untuk merujuk kepada Gunung Seir, iaitu kediaman anak Esau. Yesaya 21:11 membuat pertalian itu. Justeru kita mesti andaikan bahawa satu bahagian suku Duma berhubungan dengan Edom di Gunung Seir sementara bahagian utara Duma diam dalam kawasan di Mesopotamia di utara. Penjelasannya mungkin adalah, sementara Edom bergerak ke barat laut ke dalam kawasan Israel dan Yehuda yang dikosongkan penduduk, bani Duma berpindah ke dalam kawasan Gunung Seir dan kelihatanya diserap ke dalam Edom namun, sekurang-kurangnya, ditentang dalam nubuatan Yesaya.

Ensiklopedia Yahudi, dalam artikelnya oleh Emil G. Hirsch, Solomon Schechter dan Kaufmann Kohler, menyatakan bahawa dalam kesusasteraan alkitabiah Duma telah ditemui di Dumat al-Jandal di Arab, dan dipanggil Jauf hari ini (Yakut, s.v.; Burkhardt, Travels in Syria, ms 662), dan dibandingkan dengan Domatha (Pliny, Historia Naturalis, vi. 32; Stephanus Byzantius, s.v.). Bani Duma (Dumathii) disebut dalam Porphyry, De Abstinentia (ii. 56), sebagai satu suku Arab yang mengorbankan seorang anak lelaki setiap tahun dan menguburkannya di bawah mezbah berhalanya. Nama Duma (Dumah) nampaknya menunjuk, seperti nama Hadramaut (Kejadian x. 26), kepada suatu legenda Hades (neraka) (lihat Glaser, Skizze der Gesch. und Geographie Arabiens, 1890, ms 440).

Ia seterusnya mengatakan bahawa ia nama satu negeri yang mungkin sama dengan daerah suku Ismael (Yesaya xxi. 11). Septuagint menggantikan Idumea (lihat komentar-komentar ad loc., dan banding Dictionary Abu al-Walid, s.v. . ).

Ia juga merupakan nama sebuah kota Yehuda (Yosua xv. 52). Ginsburg MS., Vulgate, dan Septuagint mempunyai “Rouma”, namun karya Jerome dan Eusebius, Onomastica, s.v., menyebut satu kampung bernama “Duma”, yang dikenali sebagai “Khirbat Daumah” dalam kawasan tetangga Bait Jibrin.

Duma disebut dalam rekod alkitabiah sebagai sebuah kota dalam Kanaan (Yosua 15:52). Ia juga dikaitkan dengan Edom dan Seir dalam Yesaya 21:11. Daripada Nabataean.net:

Duma secara umumnya dikait rapat oleh ahli-ahli sejarah dengan orang Addyrian Adummatu. Esarhadon menceritakan bagaimana, dalam cubaan untuk menakluk orang Arab, bapanya, Sanherib menawan raja mereka, Haza’il, yang dipanggil Raja orang Arab. Kaza’il juga disebutkan dalam satu inskripsi Ashurbanipal sebagai Raja bani Kedar.

Dari sudut pandangan geografi, Adummatu lazim dikaitkan dengan Dumat el-Jandal Arab zaman pertengahan, yang pada zaman purba merupakan suatu persimpangan yang amat penting dan strategik pada laluan perdagangan utama antara Syria, Babel, Najd dan kawasan Hijaz. Dumat el Jandal terletak di hujung tenggara Al Jawf, iaitu sebuah lembah padang gurun, dan lazimnya bermakna seluruh kawasan rendah Wadi as Sirhan, depresi terkenal yang terletak separuh jalan antara Syria dan Mesopotamia. Kawasan ini mempunyai air, dan merupakant tempat perhentian untuk para pedagang kafilah yang datang dari Tayma, sebelum terus ke Syria atau Babilonia. Tempat strategik ini secara efektif menjadikan Duma pintu masuk ke Arab utara. Oasis ini merupakan pusat pemerintahan ramai raja dan ratu Arab utara, seperti yang diceritakan kepada kita dalam rekod-rekod Asyur.

Masa (suatu beban; nubuatan)

Daripada laman web Nabataean:

Rekod-rekod Tiglat Pileser III menyebut penduduk Mas’a dan Tema, yang membayarnya ufti. Pada puncak Jebal Ghunaym, terletak kira-kira empat belas kilometer di selatan Tayma, ahli arkeologi Winnett dan Reed menemui beberapa teks grafiti yang menyebut suku Massaa, berhubungan dengan Dedan dan Nebayot. Teks-teks ini merujuk kepada perang menentang Dedan, perang menentang Nabayat dan perang menentang Massaa. Oleh sebab itu, suku-suku ini nampaknya pernah rapat sesama mereka pada waktu ini. Suku Massaa mungkin berkaitan dengan Masanoi di sekitar Tema.

Hadad (sukacita; bunyi; bunyi bising)

Ada ahli sejarah mengandaikan bahawa suku in mungkin kemudiannya dikenali sebagai Harar, atau bani Hararina, yang diam dekat pergunungan di barat laut Palmyra. Juga menarik untuk memperhatikan adanya satu sukku Hadad di Arab. Kebanyakan orang Hadad kini beragama Kristian, dan terletak di seluruh Levant (contohnya Jordan, Syria, Lebanon, Palestin).

Artikel Jewish Encyclopedia oleh Emil G. Hirsch dan M. Seligsohn menyatakan bahawa ia …

“nama beberapa raja Idumea, dan maknanya ialah “suatu bunyi bising.” Secara primitifnya ia nama seorang ilah Aramea dan menjadi sebahagian daripada berbagai nama tuhan Aramea, seperti “Hadadrimmon” dan “Hadadezer.” Nama ini dipakai oleh: 1. Raja Idumea ketiga, yang memerintah sebelum zaman raja pertama Israel, dan yang mendapat kemenangan penting atas orang Midian (Kejadian xxxvi. 35; I Tawarikh i. 46). 2. Raja Idumea terakhir (I Tawarikh i. 51). Dalam Kejadian xxxvi. 39 nama ini tercatat sebagai “Hadar.” 3. Seorang anggota kerabat raja Edom, yang melepaskan diri daripada pembunuhan ramai-ramai di bawah Yoab dan melarikan diri ke Mesir (I Raja-raja xi. 14 et seq.: lihat Edom.) 4. () Salah seorang anak Ismael (Kejadian xxv. 15 [A. V. “Hadar”]; I Tawarikh i. 30)”.

Tema (kekaguman; kesempurnaan; penyempurnaan).

Cohen mengatakan dia seorang anak Ismael dan dengan itu nama satu tempat di Arab (Kejadian 25:15; 1 Tawarikh 1:30).

Ia sama seperti Teima moden yang merupakan sebuah oasis yang terletak kira-kira 250 batu di tenggara Aqaba di jalan ke arah kepala Teluk Persia dan kira-kira 200 batu di utara-timur laut Medina di jalan ke Damsyik. Di barat ialah Gurun Nefud yang memisahkan Tema daripada Duma dan Edom. Dengan kedudukan strategiknya pada persimpangan dua laluan kafilah utama ia merupakan tempat penginapan kafilah yang penting (Interp. Dict. Of the Bible, art. ‘Tema’, Vol. 4, ms 533). Kafilah-kafilah ini disebut dalam Ayub 6:19 dan berjalan ke arah kota itu. Ucapan ilahi dalam Yesaya 21:14, yang meminta penduduk Tema membantu saudara pelarian mereka dengan makanan dan minuman, difikirkan merujuk kepada kempen Tiglat-pileser III dari Asyur pada 738 BCE. Walaupun bahagian-bahagian Arabia Utara ditakluki, Tema melepaskan diri daripada kebinasaan dengan membayar ufti kepada orang Asyur, seperti oasis-oasis lain.

Bagaimanapun, Yeremia memberikan peringatan-peringatan mengerikan terhadap mereka (Yeremia 25:23; lihat 49:28-33). Nebukadnezar dari Babel melancarkan banyak kempen terhadap wilayah ini dan nubuatan itu mungkin telah merujuk kepada kempen itu atau mempunyai aspek dual.

Nabonidus (555-539) merupakan raja terakhir Babilonia dan berada dalam bahaya daripada orang Media dan Persia. Pada 552 BCE (menurut Cohen), dia meninggalkan anaknya Belsyazar untuk memerintah di Babel (lihat Daniel 7:1) dan menghancurkan kota Tema dan penduduknya, kemudian membinanya kembali dan mengisi balik kota itu dengan berbagai-bagai orang berbeza. Dia diam di situ sepuluh tahun (kira-kira 549-539) mungkin untuk mengukuhkan wilayah itu dan mengukuhkan hubungannya dengan Mesir, satu-satunya sekutu terhadap orang Persia. Bagaimanapun, Tuhan mengangkat Koresy pada 540 BCE untuk menakluk orang Babel. Menurut Xenophon Koresy menakluki seluruh wilayah Arabia itu, dengan Babel sendiri jatuh setahun kemudian (ibid.).

Rekod-rekod Asyur juga menunjukkan bahawa suatu gabungan yang dikepalai oleh Samsi, ratu orang Arab, telah dikalahkan dan dipaksa membayar ufti yang cukup besar. Gabungan ini terdiri daripada Massaa, kota Tayma, suku-suk Saba, Hajappa, Badana, Hatti, dan Idiba’il, yang terletak jauh ke barat.

Pemerintah perempuan di kalangan Arab purba bukan perkara luar biasa sebagaimana yang kita perhatikan dengan Ratu Syeba.

Perhatikan nama-nama gabungan itu dan hubungan mereka dengan subsuku-subsuku Ismael dan Ketura di tenggara dan jauh ke barat Tema.

Sanherib yang berbangsa Asyur menamakan pintu gerbang besar di Niniwe Desert Gate (Pintu Gerbang Gurun) kerana ufti orang Sumu’anite dan orang Tema masuk melaluinya.

Orang-orang ini harusnya jangan dikelirukan dengan orang Temani atau Teman yang merupakan satu suku bani Esau (Kejadian 36:11,15). Suku ini diam di Tawilan di timur laut Elji pada dataran tebing di atas Elji dan di bawah Jebel Heidan, yang memuncak atasnya ke arah timur laut. Daripada barang tembikar Zaman Besi Awal I-II (kira-kira 1200-600 BCE) yang ditemui di situ, ia nampaknya amat penting sebelum ini (ibid., art. ‘Teman’, ms 533-534). Ini tempat yang amat subur dan penduduknya padat. Salah seorang raja di situ ialah Husham daripada suku Teman (Kejadian 36:34; 1 Tawarikh 1:45).

Yetur (susunan; turutan; bergunung)

Suku Ismael ini (Kejadian 25:15; 1 Tawarikh 1:31) merupakan salah satu suku yang berperang dengan Israel dalam Tranjordan (1 Tawarikh 5:19).

Saunders (Interp. Dict., art. ‘Iturea’, Vol. 2, ms 773) menempatkannya di timur laut Galilea dalam negeri Anti-Lebanon yang diduduki oleh orang Arab keturunan Ismael. Kawasan ini dimasukkan dalam Tetrarki Filipus (Lukas 3:1). Saunders berpendapat bahawa suku yang dikenali sejak Abad Kedua BCE (mengikut bentuk nama Yunani) sebagai ‘Itouraoi tentunya suku yang sama seperti keturunan Yetur yang disebut dalam Kejadian 25:15 dan sebagai musuh Ruben, Gad dan Manasye (1 Tawarikh 5:19). Schurer mengatakan tepat perkara yang sama dalam karyanya (The History of the Jewish People in the Age of Jesus Christ, ed. Vermes et al., T. and T. Clark, Edinburgh, 1987, Vol. 1, Apendiks 1, ms 561).

Sempadan-sempadan tepat orang Iturea Palestin utara sukar untuk ditentukan. Tidak pasti sama ada Iturea dan Trachonitis (Trakhonitis) merupakan daerah-daerah yang berbeza sepenuhnya atau saling meliputi atau serupa.

Strabo (Geography XVI.2.16,18) meletakkan kerajaan Iturea di Anti-Lebanon dalam lembah Beqa’ dengan ibu kotanya di Chalcis, dan dengan teliti membezakannya daripada wilayah orang Trachon.

Josephus menggambarkan suatu kempen menentang mereka oleh Aristobulus I pada 105-104 BCE (Saunders, ibid.).

Mereka digabungkan secara paksa oleh Yudea dan kaum lelakinya disunat secara paksa (A of J, XIII, xi, 3).

Asalnya mereka orang bukit yang diam di lereng barat Anti-Lebanon dan mungkin kawasan Lebanon yang lebih besar ke arah Fenisia (Phoenicia).

Pada Abad Pertama BCE di bawah Ptolemy dan Lysanius kerajaan membangunkan semua kawasan dengan sebaik-baiknya, dari laut di barat ke Damsyik di timur dan termasuk tanah Panias dan Ulatha di selatan, sampai dan mungkin termasuk sempadan-sempadan utara Galilea. Selepas kematian Lysanius pada 36 BCE kerajaan itu mungkin terbahagi kepada beberapa daerah lebih kecil.

Schurer memperincikan keluasan Iturea dalam karyanya. Dia mencatatkan Gaulanitis sebagai terletak di timur Yordan dan mendapat namanya daripada Golon dan merupakan Basan purba (Ulangan 4:43; Yosua 20:8; 21:27; 1 Tawarikh 6:56). Josephus membezakan Gaulanitis atas dan bawah dan mengatakan Gamal terletak di Gaulanitis bawah di timur Tasik Genessaret (B. J. iii 3,1 (37)) dan Gaulanitis memberikan sempadan timur Galilea (vol. 1, ms 337 nota).  Justeru tanah rendah di timur Yordan dari sumbernya sampai hujung selatan Tasik Genessaret. Daerah Panias, yang diduduki oleh orang Iturea, terletak di kota Panias di sumber Yordan (Vol. II, 23:1). Pada zaman terdahulu ia dimiliki oleh Zenodorus dan sebelum itu oleh kerajaan orang Iturea. Komen Lukas sebenarnya hanya merujuk kepada sebahagian kecil daripada sebuah kerajaan yang dahulunya jauh lebih besar. Orang Iturea dianggap oleh kedua-dua orang Yunani dan Rom sebagai golongan penyamun tidak beradab dan mereka menggolongkan mereka sebagai orang Syria serta orang Arab. Rujukan-rujukan dalam Vergil, Lucan, Cicero dan Strabo semuanya menyebut kecekapan mereka sebagai pemanah. Namanya dalam bentuk Yunani mula-mula muncul pada abad kedua BCE sebelum pemerintahan Rom di Palestin. Mereka menubuhkan sebuah konfederasi kuat yang tersebar di seluruh Lebanon. Pada Abad Pertama BCE mererka diperintah oleh Ptolemy bin Mennaeus (kira-kira 85-40 BCE) dan Strabo berkata dia memiliki “Massyas dan negeri Pergunungan orang Iturea” (Geography XVI.ii.10). Pompey memusnahkan banyak kubu yang diperkukuhkan dan mengurangkan kawasan itu. Anaknya Lysanius mewarisi kerajaan suku itu dan disebut sebagai seorang Raja Iturea oleh Dio Cassius (XLIX.32); dia memerintah kerajaan itu sehingga kematiannya pada 36 BCE. Atas dorongan Mark Anthony bahagian-bahagian besar diberikan kepada Cleopatra, dan kedua-dua Plutarch (Antony 36) dan Josephus (Antiq. XV.iv,1-2) mensahkan ini.

Sejarah selepas itu membingungkan tetapi ia mungkin terbahagi kepada empat bahagian. Pada 20 BCE Augustus menganugerahkan kepimpinan tetrarki Zenodorus, yang merupakan waris kepada Lysanius sebagai pengikut Cleopatra, pada Herodes yang Agung yang kemudiannya mewariskannya kepada anaknya Filipus (Josephus, Anti. Xv. 10,3) (lihat juga Saunders, Interp. Dict., loc. cit.).

Tetrarki (kerajaan) yang berpusat pada Abila dianugerahkan oleh Claudius pada Herod Agrippa I pada 41 CE (lihat juga Josephus, Antiq. XIX.v.1 dan XX.vii.1). Abila terletak 18 batu Roma dari Damsyik dalam perjalanan ke Heliopolis dan kini ialah kampung Suk di Barada dan terletak di atas bekas kota purba itu. Kota itu mengandungi tempat kubur Nabi Abel, asal nama Abila atau Abilene (Schurer, ms 567).

Lysanius bin Ptolemy bukan Lysanius (Lisanias) yang disebutkan dalam Lukas dan Josephus. Josephus merujuk kepada Lisanias yang jauh lebih muda, dan bukti arkeologi di Abila (Corpus Inscriptorum Graecarun 4521) dan Heliopolis (4523) kini mensahkan bahawa kedua-dua Josephus dan Lukas merujuk kepada raja yang lebih muda ini yang memerintah Abila sebelum 47 CE.

Pada 38 CE wilayah Soemus orang Iturea telah dirampas oleh Caligula dan selepas itu dimasukkan ke dalam daerah Syria.

Saunders memikirkan ia mungkin terdiri daripada wilayah utara di bawah Heliopolis sampai Laodikia, yang merupakan tetrarki (kerajaan) Arca (Saunders, ibid.).

Sempadan-sempadan selatan wilayah Filipus juga mengeluarkan kota-kota Bosra dan Salcah, di selatan Hauran, sebab kita ada inskripsi yang menempatkan raja-raja Nabataea Malchus dan Aretas atas mereka. Bagaimanapun, daripada satu inskripsi Aramaik, Schurer mengatakan bahawa Hebran pada lereng selatan Hauran dimiliki oleh Filipus (op.cit., ms 338 n.).

Wikipedia menyatakan bahawa

Orang Iturea mula-mula disebut oleh Eupolemus – sebagai salah satu suku yang ditakluk oleh Daud (Eusebius, Praeparatio Evangelica, ix. 30) – dan kemudiannya oleh Strabo, Pliny yang Tua, Josephus, dan lain-lain, yang sesetengahnya menandakan orang Iturea sebagai orang Arab dan lain-lain sebagai orang Syria. Mereka dikenali orang Rom sebagai orang buas (Cicero, Philippics, ii. 112), dan dihargai oleh mereka kerana kecekapan baik mereka dalam pemanahan (Caesar, Bellum Africanum, 20).

Bahawa Iturea berada di kawasan Gunung Lebanon disahkan oleh satu inskripsi kira-kira tahun 6 CE (Ephemeris Epigraphica, 1881, ms 537-542), dalam mana Q. Æmilius Secundus menceritakan bahawa dia diutus oleh Quirinius untuk menentang orang Iturea di Gunung Lebanon. Pada 38 Caligula memberi Iturea kepada Soemus, yang dipanggil Dio Cassius (lix. 12) dan Tacitus (Annals, xii. 23) “raja Iturea.” Sesudah kematian Soemus (49) kerajaannya dimasukkan ke dalam wilayah Syria (Tacitus, l.c.). Selepas penggabungan ini orang Iturea menyediakan perajurit untuk tentera Rom; dan gelaran-gelaran “Ala I. Augusta Ituræorum” dan “Cohors I. Augusta Ituræorum” ditemui dalam inskripsi itu (Ephemeris Epigraphica, 1884, ms 194).

Herodes yang Agung menempatkan orang Yahudi dari Babel di Batanea (Schurer, loc. cit., ms 337-338) dan penduduk dalam kawasan Batanea, Trakhonitis, Auranitis, Gaulanitis, Panias ini dan juga, seperti yang Lukas katakan, Iturea (Lukas 3:1) merupakan campuran orang Yahudi yang ditempat semula, orang Fenisia Tarsis YDNA K2, orang Druze, Yunani, Syria dan Arab. Nama Massyas juga mungkin menunjukkan satu lagi suku Arab atau Syria.

Perpecahan sebenar kawasan orang Iturea ini dikatakan Schurer besar kemungkinan berlaku dalam pemerintahan Quirinius ketika praefectusnya Q. Aemelius Secundus melakukan ekspedisi tentera menentang orang Iturea (Schurer, loc. cit., ms 569).

Apa yang pasti, di bawah Claudius, kerajaan-kerajaan Chalcis dan Iturea wujud sebelah menyebelah. Pada 38 CE Caligula meletakkan orang Iturea di bawah Soaemus yang meninggal pada 49 CE dan orang Iturea dimasukkan ke dalam Syria. Justeru orang Syria merupakan satu campuran orang Ismael dan orang Aram yang bukan keturunan Abraham dan bangsa-bangsa lain.

Orang Rom kemudiannya mengadakan pasukan bantuan daripada orang Iturea sebaik saja mereka berada di Syria, dan unit tentera serta kavalri mereka bertugas di seluruh Empayar.

Nafish (jiwa; dia yang beristirehat, menyegarkan dirinya, atau beristirehat)

ISBE merekodkan Nafish sebagai anak ke 11 Ismael dan pangeran (raja) utama suku Arab yang berasal daripadanya. Suku ini dikalahkan oleh suku-suku Israel Trans-Yordan dan mereka yang terselamat telah ditawan. Ada yang menjadi hamba bait dan disenaraikan di kalangan keluarga-keluarga yang pulang dari buangan (Ezra 2:50; Nehemia 7:52).

Suku ini boleh dianggap sebahagian daripada Yehuda hari ini.

Kedma (timur; purba; pertama)

Mereka dikenali sebagai bani Kadmon, suatu suku timur, dan disenaraikan bersama orang Keni dan Kenas Edom. Mereka juga dibincangkan di bahagian lain dalam karya-karya berhubung Edom dan anak Abraham yang lain.

Perkahwinan ke dalam Edom

Kejadian 36:2-3 Esau mengambil perempuan-perempuan Kanaan menjadi isterinya, yakni Ada, anak Elon orang Het, dan Oholibama, anak Ana anak Zibeon orang Hewi, 3 dan Basmat, anak Ismael, adik Nebayot.

Yeremia, bab 40 dan 41 menyebut Ismael bin Netanya, namun dia bukan Ismael yang dibincangkan di sini.

Dengan itu kita telah mengenalpasti anak-anak Ismael dan pelbagai pergerakan mereka serta tempat-tempat mungkin bagi kediaman mereka. Mereka telah mengembara ke seluruh Timur Tengah dan ke seluruh dunia, namun mereka boleh dikenalpasti melalui YDNA mereka.

Lampiran A

Keturunan Abraham

Suku-suku Arab di Iraq

Suku Sub Kumpulan Tempat Tinggal
Persekutuan (qabila)
AL-BU MUHAMMAD berpusat di daerah Maysan
Persekutuan‘ANZA (disebut ‘Aniza)
Persekutuan ‘AZZA sekitar Balad
DULAYM berpusat di daerah Anbar
Kumpulan Al-Bu Fahd
Al-Bu Nimr  (dari al-Ramadi)
Al-Mahamda
Al-Falahat
Al-Bu Fahad
Al-Bu Dhiyab
Al-Bu Mahhal
Al-Bu Issa  (di Fallujah)
Al-Jumeilat  (di Fallujah)
Al-Karabla
Al-Bu Assaf
Al-Bu Risha
Al-Bu Aiwan
Al-Bu Farraj
Al-Karabla
JUBOUR
Persekutuan BANI KA’B Berpusat di selatan kota Basra dan di seberang sempadan di wilayah Khuzestan Iran
KHAZA’IL
BANI LAM
MUNTAFIQ
kerabat A1-Sa’dun (pemimpin suku)
Bani Malik
Bani Khalid (jamak al-Khawalid)
Bani Qais (Al-Qaisiyun)
Bani Sa’id
Bani Hassan (Iraq selatan)
Bani Khafaja
Abbouda
Al-Bu Salih
A1-Mayyah
Al-Izayrij
Bani Zaid
Al-Sharifat (An-Naasriya, selatan Iraq)
Al-Ghizi
Al-Hameed
RABI’A (disebut  Rubai’a) berpusat sekitar kawasan kota Kut
Shammar daerah Ninawa
BANI TAMIM (kadangkala ditulis Timim atau Temim) Iraq tengah dan selatan
kerabat al-Suhail (pemimpin suku)  dekat Abu Uhuraib
al-Turshan bahagian yang berpusat di daerah Diyala
al-Kan’an bahagian di dalam daerah Basra dan di seberang sempadan di [[orang Arab Khuzestan/Khuzestanl] wilayah Iran

 

Persekutuan Tikriti
Al-Bu Nasir (termasuk Saddam Hussein)
Al-Bu Ajeel
Al-Shaya’isha
‘UBAYD  al-’Alam dan Tarmiya
ZUBAYD

 

Catatan: Persekutuan-persekutuan ‘AZZA, DULAYM, JABUR, Janabi dan ‘UBAYD di atas semuanya subbahagian ZUBAYD.

 

Kawasan Baghdad
BANI TAMIM
Shammar SHAMMAR ialah subbahagian kawasan Tayy Tikrit
Shammer Jarba (Sunni)
Shammer Toga (Shia)
Zoba
Al-Dulaym
Al-Janabi
Al-Nidawat
Al-Ubayd
Al-Azza
Al-Akabi
Al-Bu Mohammed
Al-Bu Aitha
Al-Bu Amir
Al-Jubour
Al-Muj ama’
Al-Ghrair
Al-Ugaydat
Al-Anbariyeen
Al-Qarraghul
Al-Dafaf a
Al-Bu Muhyi
Bani Saad
Bani Lam
Rubai’a
Khazraj
Shammar Toga

 

Kawasan Mosul
Al-Dulaim 100,000, kebanyakan mereka di wilayah Anbar barat
Al-Hayali
Al-Jubour
Al-Lihaib
Al-Bu Hamad
Al-Bu Hamdan
Al-Bu Badran
Al-Bu Mitaywit
Al-Ugaydat
Al-Jihaysh
Hadid
Bayyat
Khazraj
Keturunan bahagian Khazraj Ansar
Shammar subbahagian Tayy
Tayy

 

Kawasan Tikrit

Al-Bu Nasir Tikrit
Al-Bu Latif
Hadithiyyin
Rifa’iyyin
Al-Ubayd
Al-Azza
Al-Bu Farraj
Jawa’ina Baiji
Lihayb Sharqat
Al-Mushahadah  Seorang individu daripada suku ini akan mempunyai nama Mash-hadani  

 

 

Al-Mashayikh Tarmiya dan di Al-Hawejah (Individu yang dipanggil Al-Mashayikhi)

 

Kawasan Najaf
Al-Bu Dush
Al-Fatla
Al-Ghazalat
Al-Jaryu
Al-’Isa
Al-Shibil
Al-Zagarit
Bani Hassan
Bani Assad
Kaab
Abu Gulal

 

Kawasan Hilla
Al-Bu Sultan
Al-Bu Amir
Al-Masoud
Al-Jubour
Al-Janabi
Al-Ma’amra
Al-Dulaym
Al-Qarraghul
Shammar
Zoba’a
Zubayd
Jihaysh
Khafaja

 

Kawasan Arnarah
Bani Lam
Al-Bu Mohammed
Al-Izayrij
Al-Bu Darraj
Al-Sudan
Al-Beidhan
Al-Sarai
Al-Bahadil
Al-Suwa’id
Al-Issa
Al-Maryan
Al-Bazzoun

 

Kawasan Basra
BANI KAB
Bani Malik Bani Assad
Bani Mansour
BANI TAMIM
Bani Khalid
Al-Shirish
Al-Sayamur
Al-Mayyah
Al-Duwasir (Bedouin)
Al-Mutawr
Al-Mutayr (Bedouin)
Al-Halaf
Al-Eidan
Al-Gatarna
Al-Garamsha
Al-Suwa’id
Al-Ghanim
Khafaja
Rubai’a

 

Kawasan Nasfriyah
Al-Bu Salih (Alrumaieth, Nassrallah)
AI-Sa’eed
Al-Abbouda
Al-Jawabir
Al-Dhufayr
Al-Dulaym
Al-Qanaghul
Al-Husseinat
Al-Sharifat
Al-Shuwailat
Al-Ghizi
Al-Bidor
Al-Jubour
Bani Rikab
Bani Hassan
Bani Khaigan
Bani Assad
Bani Zaid
Chinana
Hacham
Al-Sa’doun

 

(Pemimpin suku persekutuan Muntafiq yang memerintah Iraq selatan, Kuwait dan Arabia utara)

 

Kawasan Al Diwaniyah
Khaza’il
Al-Bidayr
Al-Jubour
Al-Agra’
Al-Zeyad
Al-Ibrahim
Al-Bahahtha
Al-Dulaym
Al-Zirfat
Al-Kurd
Al-A’ajeeb
Al-Ardhiyat
Al-Izayrij
Bani Hacheem
Afaj
Zubayd
Chabsha

 

Kawasan Kut
Rubai’a
A1-Shohman
Zubayd
Shammar Toga
Bani Lam
Giraish
Al-Mayyah
Al-Magasis
Al-Dulaym
Al-Jubour

 

Kawasan Kirkuk
Al-Ubayd
Al-Jubour
A1-Ni’aim
Al-Bayyat
Al-Azza
Al-Tamimi
Bani Zaid
Shammar
Harb
Qays
Jibari (Kurdish)
Dawoudi (Kurdish)
Salehi (Kurdish)
Shwann (Kurdish)
Zengena (Kurdish)

 

Kawasan Baquba
Shammar
Bani Tamim
Bani Zaid
Bani Ways
Bani Lam
Al-Azza
Al-Ubayd
A1-Ambakiya
A1-Bayyat
Al-Girtan
Al-Tatran
Al-Ma’amra
Al-Jubour
A1-Mujama’
Al-Dafafa
Al-Sigoug
Al-Karkhiya
Al-Khishalat
Al-Maghamis
A1-Zuhairiya
A1-Dainiya
A1-Suwa’id
A1-Dilfiya
Al-Ridainiya
Al-Nida
A1-Sumaida’
Al-Bu Jawari
Qays
Khafaja
Rubia’a
Shammar Toga

 

Kawasan Ramadi
Al-Dulaym
Al-Ugaydat
Al-Jaghayfa
Al-Lihaib
Al-Halabsa
Al-Ma’adhid
Al-Jubour Shammar
Zoba’a (Zoba ialah subbahagian Shammer)
Aniza

 

Suku-suku utara lain
Al-Bayyat
Ini dikatakan satu suku Turkmnen pada asalnya yang kemudiannya bercampur dengan al-’UBAYD
Al-Hadid (jamak al-Hadidiyun)
Bani Harb
A1-Saadun
Al-Shammawi
UBAYD dataran Haweeja selatan

 

Keluarga-keluarga Basra
Keturunan kerabat bangsawan Nabi Muhammad
Barakat
al-Naqib
Daripada Bani Khalid (Khawalid)
Muhammad A1-lsa
Al-’Abdul-Wahid
Keluarga Najdi
al-Zuhair
Keluarga lain
al-Khudairy
al-Mandeel
al-Nama
al-Rasheed
al-Thukair
Baraak
Basha-Ayan
Bacha-Chi
Sheikh Khaz’al
Khan (Keluarga Mohammed Khan)

 

Bedouin tribes

 

‘ANIZA (disebut ‘Iniza) (Keluarga Raja Saudi Arabia, Kuwait dan Bahrain dijejak asalnya kepada suku ini. Ketua sheikh diam di Iraq barat. Ini salah satu suku Bedouin Arab terbesar, dengan kerabat-kerabat di Saudi Arabia, Kuwait, negara-negara Teluk, Iraq, Jordan, Palestin, Syria, Turki dan Mesir.)

 

Al-Dhufayr
Al-Ghalal
Al-Hassan
Al-Mutayr
Al-Sulayb
Al-Bu Mitaywit
Harb
Shammar
Al-Kharsa
Sinjara
Zoba
Al-Sayih
Bani Khalid (jamak Al-Khawalid)
Al-Noor

 

 

Keturunan keluarga nabi Islam Muhammad

Al-Awadi (Najaf)
Al-Mossawi Al Yaseen (Najaf)
A1-Mushahadah di Tarmiya
Al-Ni’aym Kirkuk, Hawija dan Baghdad
Al-Bu Milais Samarra
Al-Bu Badri Samarra
Al-Bu Baz Samarra
Al-Bu Aswad Samarra
Al-Bu Abbas Samarra
Al-Bu Darraj Samarra
Al-Bu Issa Samarra
Al-Bu Nissan Samarra
Al-Bu Udhaym Samarra
Al-Marasma Balad, Samarra dan Baquba
Al-Tarabla Tikrit
Al-Bu Nasir Tikrit
Al-Hadid (jamak al-Hadidiyun)
Al-Naqib Keluarga di Basra
Al-Sadoun Basra Al-Ridaini di Basra
Keluarga Barakat Basra
Keluarga Al-Hakim Najaf
Keluarga Kamuna Najaf
Keluarga Al-Qizwini Najaf
Keluarga Al-Tabataba’i Najaf
Keluarga Bahr Al-Uloom Najaf
Keluarga Al-Khoei Najaf
Keluarga Al-Kharsan Najaf
Keluarga Al-Zuwain Najaf
Keluarga Al-Zaini Najaf
Keluarga Al-Taliqani Najaf
Keluarga Al-Allaq Najaf
Keluarga A1-Faqih Najaf
Keluarga Al-Jazatiri Najaf
Keluarga A1-Keshwan Najaf
Keluarga Al-Hilu Najaf
Keluarga Al-Safi Najaf
Keluarga Al-Ghraifi Najaf
Keluarga Al-Sharmuti Najaf
Keluarga Al-Hamami Najaf
Keluarga Al-Abu Tubikh Najaf
Al-Yasir Najaf
Keluarga Shubbar Najaf
Keluarga Al-Saraf Najaf
Al-Adhari Al Diwaniyah
Al-Suwafi Diwaniyah
Keluarga Hashimi Baghdad, keturunan keluarga raja sebelumnya
Keluarga Al-Gailani Baghdad
Keluarga Al-Haideri Baghdad
Keluarga Al-Alusi Baghdad
Keluarga Al-Tatar Baghdad
Keluarga Al-Wa’idh Baghdad
Keluarga Al-Witri Baghdad
Keluarga Al-Shahristani Baghdad
Keluarga Al-Sadr Baghdad dan Najaf
Keluarga Al-Haboubi Baghdad dan Najaf
Keluarga Utayfa Baghdad
Keluarga Witwit Hilla
Keluarga Al-Rifa’i Basra, Baghdad, Samarra dan Ana
Al-Muwashit Ad-Dawr
A1-Mishayikhoun Dujail
Keluarga A1-A’raji Mosul, Baghdad dan Najaf
Keluarga Al-Husseini Mosul
Al-Bu Sab’a Mosul
Al-Sada Tal Afar
Keluarga Al-Barzanchi Sulaimaniya dan Arbil
Keluarga Al-Naqshabandi Sulaimaniya
Keluarga Al-Kasnazani Kirkuk
Keluarga Al-Talabani Kirkuk
Keluarga Al-Dawudi Kirkuk
Al-Rijaibat Kirkuk dan Baquba
Al-Kaysey Baghdad

 

Suku lain, untuk dikelaskan

Harb               (di ad-Dur)

Al-Fallujiyyin    (di Falluja)